Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pagelaran Wayang Kulit Ikut Dukung Kesuksesan Pemilu

Abdillah Muhammad Marzuqi
21/12/2018 20:35
Pagelaran Wayang Kulit Ikut Dukung Kesuksesan Pemilu
(Dok. MI)

PAGUYUBAN Jawa Tengah menggelar Pagelaran Wayang Kulit di Tugu Proklamasi, Jakarta, yang mengetengahkan lakon Puntadewa Jumeneng Ratu dengan dalang Ki Mantep Sudarsono, Kamis (21/12).

Pagelaran tersebut diadakan untuk melestarikan kebudayaan wayang kulit. Sebelumnya, UNESCO telah menetapkan wayang sebagai warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 7 November 2003.

"Diselenggarakan pagelaran wayang kulit pada malam ini adalah untuk nguri-uri budaya adiluhung wayang kulit karena sebagai kebanggaan Indonesia dan warisan leluhur yang ditetapkan 7 November 2003 oleh UNESCO," terang Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto.

Pagelaran wayang kulit itu juga sebagai bentuk ungkapan kegembiraan dan terima kasih warga masyarakat pecinta seni budaya wayang atas penetapan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional oleh Presiden Joko Widodo.

"Juga dalam rangka ungkapan rasa syukur dan rasa apresiasi yang tinggi Paguyuban Jawa Tenggah atau wong Jowo atas dikukuhkannya Hari Wayang Nasional oleh Bapak Presiden Jokowi," tambah Leles.

Rangkaian acara dimulai dengan sedekah bumi atau sedekah nusantara dengan prosesi ruwatan yang telah dilaksanakan oleh Ki Manteb Soedharsono pada siang sebelumnya.

Sebelum pagelaran dimulai, juga diselenggarakan malam ini, kirab budaya dari 30 kabupaten se-Jawa Tengah yang disimbolkan dalam beragam arak-arakan tumpeng, hasil bumi, sebagai tanda syukur.

Acara tersebut juga digelar dalam rangka menyambut pergantian tahun baru serta hajatan besar Pemilu 2019 yang akan datang. Perayaan demokarasi itu diharapkan bisa berlangsung lancar dan sukses serta tidak mengorbankan budaya bangsa.

"Harapan dari pesta demokrasi ini kita ya harus damai dan tetap kita punya unggah-ungguh. Supaya kita ini orang yang berbudaya tinggi, tidak asal ngomong kepada masyarakat, mengajari yang tidak baik. Jangan asal ngomong yang tidak punya sopan santun," tegas Leles.

Sopan santun menjadi hal penting dalam proses berdemokrasi. Boleh menyampaikan pendapat asalkan tetap berpijak pada sopan santun. "Jangan demokrasi ini malah menjadi karut-marut, padahal demokrasi itu untuk kebaikan bersama," pungkasnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya