Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
IMPLEMENTASI terapi target pada penderita kanker di Indonesia saat ini belum maksimal. Ada dua penyebab, yakni fasilitas yang belum merata dan terbatasnya jumlah ahli kanker yang bisa melakukan proses terapi tersebut.
Menurut konsultan penyakit darah dan kanker RSCM Jakarta Cosphiadi Irawan, untuk melakukan pemeriksaan kanker dibutuhkan laboratorium khusus serta fasilitas penyimpanan jaringan tubuh.
Belum meratanya keberadaan fasilitas ini membuat sampel jaringan tubuh yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan harus dikirim ke rumah sakit lain yang cukup jauh. Akibatnya, ada penundaan pengobatan kanker yang terjadi.
Jumlah ahli kanker yang mampu menerapkan terapi target pada pasien juga belum banyak. Untuk itu, pemerintah pun saat ini menambahkan kurikulum terapi target pada program spesialisasi onkologi.
"Sekarang calon onkolog sudah mendapatkan tambahan pendidikan untuk terapi target, biopsi. Sehingga, diharapkan kebutuhan ahli kanker yang mumpuni bisa terpenuhi," ujar Cosphiadi dalam diskusi Peran Terapi Target dalam Penatalaksanaan Kanker di Jakarta, Kamis (20/12).
Ahli beda digestif RS Dharmais Jakarta Fajar Firsyada, dalam kesempatan yang sama, mengungkapkan para onkologi dan patologi anatomi di Indonesia membangun jaringan guna membantu satu sama lain memberikan pelayanan terbaik pada pasien kanker.
"Kami punya grup untuk berbagi ilmu serta pengalaman. Sehingga, bisa mempercepat penanganan juga. Apabila ada dokter yang membutuhkan fasilitas pasiennya bisa dikirim ke tempat lain dengan informasi yang cepat dibagikan," ungkapnya.
Terapi target ialah jenis terapi yang disesuaikan dengan kondisi kanker yang dialami penderita kanker. Dalam terapi itu dikombinasikan berbagai tahapan pemberian obat serta terapi lainnya seperti kemoterapi, radioterapi, dan imunoterapi guna mengendalikan sel kanker. (A-2)
Berita terkait : Terapi Target Dongkrak Kualitas Hidup Pasien Kanker
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved