Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KINI di beberapa mal di Jakarta maupun rumah sakit dan sekolah, terdapat stasiun peminjaman penyimpan daya (powerbank) ponsel. Penyimpan daya yang tersedia pun dapat dipinjam hingga 24 jam.
Meski begitu, layanan ini tidak gratis. Untuk dapat menggunakannya, Anda terlebih dulu harus mengunduh aplikasi Recharge dan kemudian melakukan pembayaran, baik tunai maupun daring.
Sesuai dengan nama aplikasi tersebut, inilah layanan Recharge yang didirikan Dick Listijono. Mulai muncul pada Maret 2018, Recharge kini sudah memiliki 200 mesin stasiun yang tersebar di Jabodetabek.
Beberapa di antaranya ialah mal Pacific Place, Rumah Sakit Medistra, Universitas Binus Alam Sutera, SMA Lab School Cibubur, dan Teh Tarik Aceh Cipete. Meski namanya lekat dengan perangkat charger, semua alat pengisian baterai yang mereka sediakan merupakan powerbank.
Berbincang di kantornya yang terletak di Menara BTPN, Jakarta, Kamis (30/10), Dick menuturkan jika ide perusahaannya berawal dari kesadaran akan gaya hidup yang tidak bisa lepas dari gawai, khususnya ponsel. Ketergantungan akan ponsel juga sudah sangat memengaruhi produktivitas dan mobilitas karena, misalnya, untuk mengakses transportasi pun masyarakat banyak yang sudah mengandalkan internet.
Sebab itu, ia melihat kini ponsel harus selalu dalam keadaan hidup. Mati ponsel bisa berarti mati langkah.
"Masalahnya itu karena kita udah tergantung dengan handphone kita, terus semua aplikasi trend-nya itu sudah menuju on-demand atau instan. Jadi, kayak taxi online, e-commerce. Jadi, yang kita mau selesaikan dengan Recharge ini adalah kalau HP kamu habis baterainya, kamu nggak usah setop aktivitas kamu untuk cari colokan karena sekarang sudah bisa pinjem powerbank on the go," ungkap Dick yang menjabat CEO Recharge.
Pria pemegang dua gelar sarjana dari University of New South Wales, Australia, membuat 3 prinsip untuk layanannya, yakni fleksibilitas, aksesibilitas, dan kemudahan. Tidak hanya mal, rumah sakit, dan sekolah, stasiun Recharge juga menyasar pusat kebugaran dan kafe. "Sekarang sudah lebih dari 50 ribu pengguna," tambah Dick.
Pilihan pengembalian
"Inovasi paling joss setelah taksi online," demikian puji Vania Paramitha, salah seorang pengguna Recharge. Ia membagikan pujian itu lewat unggahan di Instagram story.
Meski begitu, bagi orang yang masih awam dengan Recharge, layanan yang ditawarkan mungkin tidak serta-merta terlihat memudahkan. Dengan konsep peminjaman, maka powerbank tetap harus dikembalikan dan ini berarti ada tambahan waktu dan usaha yang harus dikeluarkan pengguna. Terlebih untuk pengguna yang tidak rutin beraktivitas di tempat-tempat yang menyediakan stasiun Recharge itu.
Terkait dengan hal tersebut, Dick mengatakan kemudahan diberikan dengan pengembalian yang terbuka di stasiun Recharge mana pun, tidak harus di stasiun tempat peminjaman. Namun, jika hal tersebut tetap tidak dapat dilakukan pengguna, pengguna dapat mengembalikan dengan mengirimkan atau menggunakan kurir yang biayanya ditanggung pengguna.
Ini tentunya merepotkan buat pengguna yang bahkan harus bepergian ke kota lain setelah menggunakan layanan Recharge. Pengembalian dengan kurir juga bisa berarti biaya yang justru lebih besar ketimbang biaya peminjaman sebesar Rp10 ribu untuk 24 jam dengan kapasitas powerbank 8.000 mah.
Memang, tidak dikembalikannya powerbank bukan hanya menjadi tambahan biaya Recharge, melainkan juga peminjam. Hal itu disebabkan begitu melewati masa peminjaman, maka pengguna akan dikenai potongan saldo. Namun, lagi-lagi, jika pengguna tersebut membayar dengan tunai ataupun jumlah saldo hanya sedikit (saldo minimal Rp20 ribu), risiko kerugian lebih terjadi pada Recharge.
Masih belum benar-benar fleksibelnya penggembalian ini terlihat dengan adanya kasus powerbank yang tidak kembali. Meski begitu, Dick enggan mengungkap persentase perangkat yang hilang tersebut.
"Memang ada beberapa kasus pelanggan tidak mengembalikan powerbank yang mereka pinjam. Ini tentu saja jadi kendala. Namun, kami melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan angka pengembalian powerbank Recharge melalui beragam promo serta informasi yang kami sebarkan di social media dan aplikasi Recharge," tutur Dick. Selain itu, ia juga berencana terus berekspansi ke kota lain untuk memperluas layanan sekaligus memudahkan pengembalian powerbank.
Jumlah dan tipe powerbank di stasiun Recharge, disediakan beragam. Hal ini juga menyesuaikan dengan ukuran stasiun powerbank tersebut. Pada stasiun besar terdapat 30 powerbank, stasiun medium menyediakan 16 powerbank, sedangkan stasiun kecil hanya memiliki 6 powerbank. Tipe powerbank tersedia baik untuk ponsel iOS maupun Android. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved