Selasa 15 September 2015, 00:00 WIB

Manusia Terancam Menganggur karena Robot

Iqbal Musyaffa | Humaniora
 Manusia Terancam Menganggur karena Robot

Illustrasi AFP PHOTO / Yoshikazu TSUNO

 
Kecanggihan robot yang selama ini hanya ada dalam film-film fiksi ilmiah, dalam beberapa tahun ke depan, mungkin dapat kita lihat secara nyata. Bahkan, ada prediksi yang mengatakan eksistensi robot-robot di masa mendatang dapat mengancam ladang manusia untuk mencari nafkah karena sudah diambil alih oleh mesin-mesin canggih tersebut.

Boston Consulting Group memprediksi di than 2025 lebih dari seperempat pekerjaan akan diambil alih oleh robot ataupun perangkat lunak tertentu. Berdasarkan studi dari Universitas Oxford, 35% jenis pekerjaan yang ada di Inggris saat ini sangat rentan digantikan dengan tenaga kerja robot daam 20 tahun mendatang. Beberapa jenis pekerjaan yang kemungkinan akan dapat dikerjakan oleh robot dan perangkat canggih lainnya antara lain:

Sopir taksi

Sopir taksi di beberapa kota di dunia saat ini sudah terhubung dengan aplikasi tertentu untuk menghubungkan antara pengemudi dan penumpang serta dengan layanan tertentu seperti Uber. Uber bersama dengan sebagian besar produsen mobil utama dan Google, sudah mulai mengembangkan layanan untuk menghilangkan peran dari pengemudi taksi. “Layanan akan menjadi jauh lebih murah jika Anda tidak membayar untuk pria lain di dalam mobil,” ujar Kepala Eksekutif Uber Travis Kalanick.

Akhir tahun ini mobil taksi nirpengemudi akan mulai beroperasi di Jalan Milton Keynes di Inggris dan menawarkan rute wahana-wahana yang ada di sekitar kota. Pemerintah Inggris saat ini sedang memperbarui kode jalan raya untuk mengakomodasi taksi otomatis tanpa sopir itu.

Kepala Asosiasi Sopir Taksi Berlisensi Steve McNamara mengatakan sebagaimana dikutip BBC bahwa keberadaan taksi otomatis tidak mengancam pekerjaannya.
“Perlu perubahan undang-undang dasar untuk beroperasi di jalan-jalan Inggris. Teknologi ini dalam masa pertumbuhan dan belum dicoba dan diuji di lingkungan perkotaan yang sibuk. Perlu kajian bertahun-tahun. Dan sulit bagi mobil tersebut beroperasi bersama dengan mobil konvensional.”

Buruh pabrik

Di Tiongkok, manusia sudah membangun robot yang pada akhirnya akan mengambilalih pekerjaan mereka . Pabrik robot pertama yang sedang dibangun Tiongkok berada di Dongguan. Pabrik yang dimiliki oleh Sehnzhen Evenwin Precision Technology tersebut bertujuan untuk mengurangi 90% dari tenaga kerja saat ini di kota tersebut.

Ambisi Tiongkok untuk mengganti tenaga kerja dengan robot berkembang pesat. Sejak September tahun lalu , total 505 pabrik di seluruh Dongguan telah menginvestasikan 4,2 miliar yuan untuk membuat robot yang bertujuan untuk menggantikan lebih dari 30.000 pekerja. Foxconn, pembuat perangkat elektronik seperti Apple iPhone, juga berencana menggunakan tenaga kerja robot untuk mengganti 30% tenaga kerja manusianya dalam lima tahun ke depan.

Jurnalis

Profesi jurnalis juga terancam dengan ekspansi pengembangan robot di beberapa negara. Laporan perusahaan di Forbes atau cerita olahraga di AP (Associate Press) kini ditulis oleh robot.

Perusahaan seperti Narative Science menawarkan software seperti Quill yang mampu mengambil data dan mengubahnya menjadi sesuatu tulisan yang dapat dimengerti.

Quill menulis laporan perusahaan menjelang pengumuman laporan keuangan. Forbes sekarang dapat menawarkan penulisan laporan untuk ribuan perusahaan yang ditulis bukan oleh manusia. Kepala ilmuwan Narrative Science Kristian Hammond mengatakan bahwa dalam waktu 15 tahun, 90% dari berita akan ditulis oleh mesin. Tetapi bukan berarti 90% jurnalis akan kehilangan pekerjaannya.

“Ini berarti bahwa wartawan dapat memperluas jangkauan mereka . Dunia berita akan semakin luas.”

Dokter

Super Komputer milik IBM bernama Watson telah bekerja sama dengan selusin rumah sakit di Amerika Serikat dan menawarkan nasihat tentang pengobatan terbaik untuk berbagai jenis kanker. Menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh IBM juga membantu untuk menemukan kanker kulit stadium awal.

Dan robot telah selama bertahun-tahun membantu dokter melakukan operasi. Di Guy dan St Thomas 'NHS Foundation Trust misalnya, robot membantu dokter melakukan operasi ginjal. Kecepatan merupakan faktor penting dalam keberhasilan operasi tersebut dan robot mampu menjahit pembuluh darah yang menghubungkan ginjal donor jauh lebih cepat daripada manusia.

Kecerdasan otak manusia dalam mengembangkan suatu teknologi seperti robot-robot canggih sangat berpotensi menciptakan lebih banyak pengangguran. Jangan sampai keberadaan robot-robot canggih justru mengancam eksistensi manusia, bukan untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Kondisi ini tentu saja secara tidak langsung dapat menjadi ancaman bagi Indonesia karena pada beberapa tahun mendatang, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang besar dengan banyaknya penduduk usia produktif siap kerja. Apabila tenaga kerja nantinya diambilalih oleh robot maka akan terjadi pengangguran dengan skala besar di Indonesia. Pada tahun 2035, jumlah penduduk Indonesia diprediksi mencapai 305 juta jiwa.(Q-1)

Baca Juga

Antara/Prasetia Fauzani.

Vaksin Covid-19 Tunjukkan Kemanjuran Tinggi terhadap Infeksi Parah Omikron

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 11:27 WIB
Makalah itu juga menunjukkan bahwa sementara kematian di antara orang-orang yang divaksinasi lengkap meningkat tajam selama gelombang...
Antara/Ahmad Subaidi.

Agar tidak Diskriminatif, BPOM Perlu Kaji Dampak Pelabelan Pangan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 11:25 WIB
Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan BPOM terbukti bahwa migrasi BPA dalam galon masih dalam batas aman atau jauh di bawah ambang...
MI/Permana

Satu Pasien Meninggal karena Omikron Belum Divaksin

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 23 Januari 2022, 11:05 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan mengumumkan adanya pasien positif omikron yang meninggal pada Sabtu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya