Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Umat Beragama Diminta Jaga Keutuhan NKRI

BY/*/X-6
22/10/2018 07:35
Umat Beragama Diminta Jaga Keutuhan NKRI
PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL: Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat puncak peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat, kemarin. Presiden Jokowi meminta para santri berperan aktif dalam menjaga keutuhan bangsa da(ANTARA/AGUNG RAJASA)

ALIM ulama dan unsur pesantren lainnya diminta lebih berkontribusi dalam menjaga keutuhan dan persatuan negara. Keanekaragaman bangsa menjadi alasan yang kuat untuk mempertahankan kukuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Itulah benang merah puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 yang digelar di Lapangan Gasibu, Bandung, kemarin.

Hadir dalam acara itu Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Presiden Joko Widodo mengatakan seorang santri merupakan sosok yang mencintai negara dan sesamanya. "Menjadi santri berarti menjadi (penganut) Islam yang cinta bangsa, religius, ber-akhlaqulkarimah, dan nasionalis," kata Presiden dalam sambutan di hadapan ribuan santri.

Oleh karena itu, Presiden meminta para santri berperan aktif dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. "Rumah kita, NKRI, harus terus kita jaga. Salah satunya oleh para santri," katanya.

Presiden pun mengajak masyarakat untuk saling menghormati dalam segala aspek. Perbedaan suku, agama, dan budaya harus memperkuat tekad setiap warga dalam mempertahankan keutuan bangsa dan negara.

Terlebih, tambah Presiden, 2018 dan 2019 merupakan tahun politik sehingga berbagai fitnah dan propaganda terus bermunculan untuk memecah belah masyarakat.

Menteri Agama mengatakan maraknya upaya untuk memecah belah bangsa menjadi dorongan yang kuat bagi santri agar semakin aktif menjaga negara.

Di Jakarta, kemarin, pimpinan majelis keagamaan sepakat menyatakan tekad bersama menguatkan kerukunan serta persaudaraan dalam menghadapi Pemilu 2019. Hal tersebut dilakukan melalui penandatanganan serta pembacaan deklarasi bersama.

Deklarasi diikuti Majelis Ulama Indonesia, Persatuan Umat Buddha Indonesia, Parisadha Hindu Dharma Indonesia mewakili unsur umat Hindu, Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia mewakili unsur umat Kristen, Konferensi Wali Gereja Indonesia mewakili unsur Katolik, dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia mewakili unsur Konghucu. (BY/*/X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya