Sabtu 22 September 2018, 15:00 WIB

Operasi Pengangkatan tak Menjamin Kanker Payudara Sembuh Total

Medcom | Humaniora
Operasi Pengangkatan tak Menjamin Kanker Payudara Sembuh Total

Thinkstock

 

PREVALENSI kanker payudara termasuk yang paling tinggi di Indonesia. 50 kasus kanker terjadi pada setiap 100 ribu penduduk dan menjadi salah satu pembunuh utama perempuan di Nusantara.

Konsultan Hematologi Onkologi Medik Cosphiadi Irawan mengungkapkan, faktanya, 67 persen pasien kanker payudara terlambat ditangani. Hal ini lantaran mayoritas dari mereka datang saat kondisinya sudah pada stadium lanjut.

"Seharusnya memeriksakan diri paling tidak setiap 3 bulan ke bidan atau dokter. Ini penting, karena ketika ada kecurigaan dari kondisi fisik yang tidak lazim sebaiknya segera diperiksakan setelah 3-4 minggu," ujarnya dalam Newsline Metro TV, Jumat, 21 September 2018.

Cosphiadi mengatakan kanker payudara masih bisa disembuhkan dengan syarat stadium kanker yang diderita pasien tak lebih dari 2 khususnya 2a.

Kanker payudara stadium 2 umumnya belum menyebar ke kelenjar getah bening sehingga risiko penyebarannya ke bagian tubuh lain lebih kecil.

Boleh jadi pada satu kasus, salah satu payudara pasien harus diangkat untuk memotong jalur penyebaran kanker namun hal itu tidak menyelesaikan persoalan manakala sel kanker kadung menyebar ke kelenjar getah bening.

"Getah bening itu ada di bawah ketiak dan kalau sudah menyebar ke sana risiko kekambuhannya memang meningkat meskipun sudah pernah dilakukan operasi," kata dia.

Pada kasus kanker dengan risiko kekambuhan, ungkapnya, tenaga medis umumnya bukan lagi hanya melakukan penanganan dari sisi pemberian obat namun harus diikuti dengan tindakan pencegahan kekambuhan.

Tingkat kekambuhan bisa muncul ketika sisa tumor yang diangkat belum habis di tingkat awal. Sisa-sisa ini akan menyebar secara mikro ke bagian tubuh lain sehingga memungkinkan penderitanya untuk mengalami kondisi serupa di kemudian hari.

"Karenanya penanganannya harus dikejar dengan kemoterapi dan terapi hormonal untuk mencegah kekambuhan itu," jelas dia. (OL-8)

Baca Juga

MI/Seno

Tolak Bala Kalangan Wali

👤Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal 🕔Kamis 15 April 2021, 03:00 WIB
SUATU ketika Rabi’ah al-Adawiyah, seorang sufi perempuan terkenal, mengembara demi mencari tempat yang lebih tenang dan khusyuk untuk...
DOK/Kalbis Institute

Mahasiswa Kalbis Institute Borong Hibah Kompetisi Kewirausahaan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 15 April 2021, 00:33 WIB
Tiga tim dari Kalbis Institute mampu menduduki posisi enam besar dan memenangkan hadiah sebesar Rp25 juta serta berhak mendapatkan...
Dok: Bantu Kerja

Platform Baru Bantu Kerja Menjawab Persoalan Laten Dunia Magang

👤Retno Hemawati 🕔Rabu 14 April 2021, 22:14 WIB
Bantu Kerja, sebuah platform yang secara langsung mempertemukan calon pemagang dengan pemberi magang diluncurkan di Jakarta, Rabu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya