Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMPANYE pengurangan penggunaan kantong plastik ketika berbelanja untuk mengurangi sampah plastik terus berkembang. Direktur Persampahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar menyatakan apresiasinya terhadap anak-anak muda yang berinisiatif menggagas kantong plastik berbayar saat belanja.
”Pemerintah perlu lebih tegas lagi dalam mengatur kantong plastik sekali pakai. Peraturan yang permanen untuk pelarangan dan pembatasan plastik sekali pakai perlu secepatnya dikeluarkan terlalu karena terlalu lama peraturan permanen tertunda-tunda pengesahannya.”
Dia mengakui isu tentang pengurangan kantong belanja sekali pakai merupakan isu yang tidak ringan. Pasalnya, hal itu mendapatkan tantangan dari pihak-pihak yang terganggu dengan kenyamanan status quonya.
Menurutnya, perangkat peraturan yang memadai terkait pengaturan penggunaan plastik itu sebetulnya sudah ada . Hanya saja, pengawasan dan pelaksanaan dari pemerintah daerah harus ditingkatkan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Nasional WALHI Nur Hidayati mengatakan ujicoba mengurangi penggunaan plastik yang berjalan dengan baik. Dia pun mengapresiasi kampanye yang dilakukan anak muda seperti Direktur Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia (GIDKP) Tiza Mafira yang baru saja mendapatkan penghargaan Ocean Heroes dari UNET PBB.=
"Itu perlu dilakukan lebih luas lagi, dengan peraturan yang lebih permanen. Pelarangan dan pembatasan kemasan plastik sekali pakai lain juga perlu dilakukan dalam kerangka Kota Nir Sampah (Zero Waste Cities)” ujar perempuan yang akrab disapa Yaya itu.
Ia mengatakan pencemaran plastik di perairan dan samudra semakin kritis dan butuh aksi nyata segera. Karena itu, komitmen dari 40 kota tahun ini diharapkan guna melarang dan menghapuskan lima jenis utama sampah plastik diantaranya plastik kresek, sedotan plastik, styrofoam, kemasan sachet kecil dan microbeads.
"Kota-kota pesisir dan sungai dapat mengendalikan pencemaran plastik serta penanganan sampah di sungai dan laut sebagai bagian dari Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada)," tegasnya.
Fakta dan riset menunjukkan bahwa lebih dari 8 juta ton plastik berakhir di samudera. Penelitian terakhir memperkirakan bahwa saat ini ada lebih dari 150 juta ton plastik di laut. Dalam skenario bisnis seperti biasa, pada tahun 2050, akan lebih banyak plastik daripada ikan.
Studi lain menunjukkan bahwa semua potongan-potongan sampah yang ada dalam perut ikan dari Indonesia terdiri dari plastik, sedangkan pada ikan dari Amerika Serikat 20% dikonfirmasikan terdiri dari plastik dalam bentuk serat. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved