Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Produsen Bakal Diwajibkan Ikut Kurangi Sampah Plastik

Dhika Kusuma Winata
07/6/2018 21:07
Produsen Bakal Diwajibkan Ikut Kurangi Sampah Plastik
(ANTARA)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyiapkan regulasi mengenai penanganan sampah yang menyasar sektor hulu dan hilir. Di sisi hulu, produsen penghasil produk atau kemasan berbahan plastik bakal diwajibkan memiliki perencanaan pengurangan sampah plastik.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar mengatakan pemerintah saat ini mengubah paradigma pengelolaan sampah yang semula hanya menekankan sisi hilir. Sektor hulu juga bakal menjadi prioritas.

"Pengelolaan sampah sekarang paradigmanya dari hulu ke hilir. Ada pengurangan di hulu dan ada penanganan di hilir. Selama ini paradigma kita selalu hilir dengan hanya mengangkut dan membuang sampah. Sekarang ke hulu juga tidak hanya di hilir," ucapnya menjawab Media Indonesia, Kamis (7/6).

Dia memaparkan akan ada dua sasaran utama dalam regulasi yang tengah disiapkan. Produsen produk atau kemasan plastik, di sisi hulu, nantinya bakal diwajibkan memiliki perencanaan berjangka waktu tertentu untuk mulai mengurangi produksi plastik. Regulasinya berbentuk peta jalan dan peraturan menteri.

"Industri nantinya harus memiliki baseline berapa kemasan plastik yang dihasilkan. Kemudian dalam waktu 3 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun mereka harus punya perencanaan mengurangi sampah dari kemasan produk," jelasnya.

Dia menambahkan persoalan sampah plastik sudah mengkhawatirkan. Kurun waktu 2005-2016, lanjutnya, komposisi sampah plastik per tahun melonjak menjadi 16% dari total produksi sampah sekitar 6,5 juta ton.

Terkait dengan sanksi dalam regulasi yang tengah disiapkan, Novrizal menyatakan pihaknya masih mendalaminya.

"Tentu ada konsekuensi-konsekuensi, tapi yang pasti produsen memiliki kewajiban dalam mengurangi sampah. Produsen yang tunjukkan komitmen dan upaya akan diberikan rekognisi dan apresiasi."

Di sisi lain, lanjut dia, partipasi publik juga merupakan elemen penting. Gerakan di masyarakat perlu terus didorong. Seperti membawa kantong belanja mandiri, memakai botol minuman sendiri, tidak menggunakan sedotan, memilah sampah, dan memanfaatkan bank sampah. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya