Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Peningkatan Kualitas Pendidikan Harus Dilakukan Kolektif

Erandhi Hutomo Saputra
06/6/2018 19:49
 Peningkatan Kualitas Pendidikan Harus Dilakukan Kolektif
(MI/Pius Erlangga)

SOROTAN Bank Dunia terhadap kualitas pendidikan Indonesia yang rendah tidak dipungkiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Padahal anggaran pendidikan di Indonesia mencapai 20% dan tahun ini besarannya mencapai Rp444 triliun.

Peningkatan kualitas pendidikan, menurut Sri, harus melibatkan tiga kementerian yang memiliki anggaran pendidikan yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Agama. Ketiganya harus duduk bersama mencari sistem yang tepat untuk pendidikan di Indonesia.

Tidak hanya itu, menurutnya, ketiga kementerian tersebut juga harus berkoordinasi dengan daerah yang memang mengeksekusi anggaran.

"Rp444 triliun tahun ini dimana 2/3 dilakukan daerah dan di daerah ini apa ya lng disebut keharusan bayar anggaran pendidikan penuh sebagian besar untuk guru termasuk gaji dan tunjangan yang kualitasnya perlu diperbaiki," ujar Sri di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (6/6).

Ketiga kementerian dan pemda, kata Sri, harus meningkatkan kualitas guru dan tunjangan yang didapat agar benar-benar memenuhi kebutuhan mereka. Sehingga diharapkan dengan tunjangan yang sesuai maka guru bisa memberikan pengajaran yang baik.

Selain itu, perbaikan kualitas pendidikan harus dilakukan melalui efektifitas belajar di kelas. Efektivitas itu terkait perbaikan kurikulum dan buku pelajaran yang digunakan oleh sekolah.

"Pendidikan berbasis agama seperti madrasah dengan pendidikan yang berbasis kurikulum nasional ini perlu dilihat secara komplet sehingga sebagai negara bisa membuat atau membangun strategi pembangunan SDM terutama terkait tantangan yang muncul apakah itu terkait industrialisasi, teknologi yang berubah, dan keterbukaan informasi," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya