Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Sukma Jaya,Kota Depok.
Dengan berdirinya UIII ini, Presiden berharap, nantinya Kampus UIII bisa menjadi pusat kajian dan penelitian demi kemajuan peradaban Islam dunia. Mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar.
“Kita harap UIII benar-benar menjadi pusat kajian, pusat penelitian di negara kita Indonesia. Karena kita dikenal di dunia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, sudah sewajarnya, sudah sepantasnya, dan sepatutnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia. Inilah nanti tempatnya,” kata Presiden Joko Widodo.
Untuk anggaran awal disiapkan dana sebesar Rp 700 miliar. Total anggaran diperkirakan Rp 3,5 miliar. Pembangunan UIII masuk dalam proyek strategis nasional. Pembangunan diperkirakan selesai kurang lebih empat tahun. “Tapi tahun depan Insya Allah sudah bisa kita gunakan untuk 1,2,3 mata kuliah, sudah kita siapkan,” tegasnya.
Presiden mengatakan, perencanaan pembangunan UIII telah di godok dan dimatangkan selama dua tahun. Untuk mendapatkan lahan pembangunan gedung ini pun tidak mudah. Rencana awal, permintaan lahan hanya 1.000 hektar.
“Saya arahkan di luar Jawa namun semua tim menyampaikan tidak setuju. Akhirnya, dapat lahan ini 142 hektar lebih, dan saya lihat ternyata sangat luas,” ujarnya.
Dalam acara groundbreaking terlihat hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir juga turut hadir Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
Walaupun baru akan selesai total beberapa tahun kedepan namunpihak UIII telah mentargetkan dua hingga tiga program studi bisa berjalan tahun depan. Bahkan kampus ini disebut akan menjadi Kampus Islam terbesar di Asia Tenggara.
“Semoga tempat ini, jadi kampus yang hijau moderen dan menjadi kiblat kampus besar internasional, bagi peradaban yang melakukan kajian peradaban Islam yang moderat dan wasabiah,” paparnya.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Gedung UIII dibangun sesuai Perpres No 27 tahun 2015. Hal ini juga merujuk pada pernyataan Presiden untuk meneguhkan dunia Islam di Internasional. Akan ada dua program yang paling utama di bentuk untuk kampus tersebut yaitu Magister dan Dokter.
“Berbeda dengan kampus Islam yang sudah ada, UII juga dimaksudkan sebagai upaya peningkatan peradaban Islam Indonesia dan peradaban global dalam bidang pendidikan,” katanya.
UIII kata dia memiliki kekhasan terutama dalam hal mengkaji dan meneliti serta menerapkan nilai - nilai Islam. Misalnya saja mengenai Nuzulul Quran. “Contohnya seperti, kenapa di Indonesia ada Nuzulul Quran, kalau di luar tidak ada, di Indonesia ada. bBudaya yang berkembang di Indonesia ini kita jaga dan kita kontribusi menjadi perdamaian dunia,”ucapnya.
Ketua Pembangunan UIII, Komarudin Hidayat mengatakan, kehadiran UIII ini bisa dilihat dari dua arah. Pertama, sebagai upaya kontribusi internasional Isalam pada dunia untuk mengenalkan satu wilayah kajian Islam Indonesia yaitu Asia Tenggara. “Sehingga pusat kajian Islam yang selama ini di Timur Tengah maka kita ingin Indonesia menjadi tujuan riset studi Islam Indonesia,” katanya.
Yang kedua, Indonesia memiliki ekspresi nasional khas yang tidak ditemukan di negara lain. Sehingga ini menjadi bagian kontribusi pusat kajian Islam. Dia pun berharap kedalam juga UIII ini mendorong kualitas lembaga-lembaga di Indonesia.
Pihaknya berharap agar kampus ini agar tidak hanya mahasiswa asing. Tetapi juga diharapkan ada beberapa dosen Indonesia juga didalamnya. Soal standar keilmuan, kata dia, pihaknya sudah melakukakn kajian di sejumlah negara. Serta ada juga konteks kajian lokal yaitu studi kawasan dan bahas yang dipakai.
”Hanya dua bahasa yaitu Inggris dan Arab. Jadi untuk mahasiswa asing nanti diwajibkan belajar Indonesia sehingga nanti alumninya secara tidak langsung menjadi duta budaya Indonesia pada negara masing-masing,” pungkasnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved