Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Presiden Optimis Indonesia jadi Kiblat Pendidikan Islam

Rudy Polycarpus
05/6/2018 15:51
Presiden Optimis Indonesia jadi Kiblat Pendidikan Islam
( MI/ BARY FATHAHILAH)

PRESIDEN Joko Widodo meyakini bahwa Indonesia bisa menjadi pusat pendidikan Islam dunia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6).

"Kita berharap UIII benar-benar menjadi pusat kajian dan penelitian peradaban Islam di negara kita Indonesia. Karena kita dikenal di dunia sebagai negara besar, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia," ujarnya.

Peresmian pembangunan kampus UIII itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden. Hadir pada acara ini Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri Kabinet Kerja, duta besar negara sahabat, serta tamu undangan lain.

Presiden mengharapkan dalam kurun waktu empat tahun pembangunan kampus dapat dirampungkan. Jika kampus itu sudah beroperasi, Preaiden berharap, muncul ide-ide kreatif yang dapat membantu mewujudkan keadilan umat, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan ide-ide untuk mewujudkan negara yang aman dan sejahtera.

"Saya berharap kampus ini menjadi kiblat peradaban internasional dengan melakukan kajian-kajian Islam moderat. Dan ide-ide yang ada ini bisa mempercrpat hadirnya kesejahteraan umat bagi seluruh masyarakat Indoensia yang mewujudkan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (subur, aman, adil dan makmur)," pungkasnya.

Rencana pembangunan kampus ini sudah ditetapkan dua tahun lalu lewat Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII. Di awal rencana, Presiden mengharapkan kampus tersebut dapat dibangun di atas lahan lebih dari 1.000 hektar (ha).

Namun ternyata lahan seluas itu sulit ditemukan di Jawa. Pada akhirnya ditemukan lahan 142,5 ha di Depok yamg menjadi aset Radio Republik Indonesia (RRI).

Pada tahap awal pembangunan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp700 miliar dari Rp3,5 triliun yang dibutuhkan. Selain menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pembangunan kampus berasal dari berbagai sumbangan dunia internasional. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya