Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Target Kemensos 2019, Tak Ada Lagi Orang Gangguan Jiwa Dipasung

Indriyani Astuti
26/5/2018 15:03
Target Kemensos 2019, Tak Ada Lagi Orang Gangguan Jiwa Dipasung
(MI/Amiruddin Abdullah )

KEMENTERIAN Sosial berkomitmen untuk menghilangkan budaya pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Menteri Sosial (Mensos) Idrus Mahram menargetkan program bebas pasung pada 2019.

"Kita bersama-sama dengan kementerian terkait, menyatakan 2019 bebas pasung.  Begitu juga masalah prostitusi, kini sudah 154 lokalisasi yang ditutup. Masih tersisa 16 atau 17 lokalisasi lagi yang menyusul akan ditutup," kata Mensos melalui siaran pers, Sabtu (26/5).

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto menambahkan, guna merealisasikan target tersebut, Kemensos telah menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah dan Kementerian Kesehatan untuk menangani ODGJ.

"Terutama untuk penyediaan obat-obatan. Kadang-kadang mereka dipasung karena ada juga yang menyerang," kata Edi.

Edi menyampaikan gangguan kejiwaan merupakan salah satu permasalahan yang signifikan di Indonesia. Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400 ribu orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk.

"Peran faktor biologis, psikologis dan sosial, membuat jumlah kasus gangguan jiwa dan dampak negatifnya semakin signifikan baik dari segi kuantitas maupun kompleksitasnya serta tersebar meluas di lingkungan masyarakat," pungkasnya.

 

Panti di tiap provinsi

Selain itu, Mensos juga ingin agar di seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia, terdapat panti yang dapat merehabilitasi para penyandang disabiltas dan ODGJ.

Menurutnya kualitas kualitas layanan sejumlah panti perlu ditingkatkan, terutama dari aspek sumber daya manusianya (pendamping) dan fasilitas panti.

"Kita tidak ingin membiarkan mereka (ODGJ) berkeliaran di tengah jalan. Bukan hanya malu, tapi juga negara harus hadir saat banyak odgj," tegasnya saat mengunjungi Panti Sosial Rehabilitasi Mental Yayasan Aura Welas Asih, di Sukabumi Jawa Barat, melalui siaran pers pada Sabtu (26/5).

Pemerintah daerah, menurut Idrus, sudah menyiapkan lahan seluas 2000 hektar untuk Panti Sosial Rehabilitasi Mental Yayasan Aura Welas Asih. Saat ini sebanyak 112 ODGJ dirawat di panti tersebut.  

"Masalah yang dihadapi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ini adalah masalah kemanusiaan. Terlebih, panti ini berdiri dengan prakarsa dari masyarakat," imbuh Mensos.

Selain pemerintah pusat dan daerah, Mensos ingin mendorong swasta agar bersama-sama berpartisipasi memperkuat panti. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya