Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MASJID maupun rumah ibadah lainnya bukan tempat untuk menyebarkan bibit-bibit perpecahan, melainkan untuk melindungi dan mengayomi masyarakat yang mencari ketenangan batin. Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan kunjungan ke masjid dalam rangkaian acara Peace Train Indonesia (PTI) yang ke-5.
Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Masjid Al-Manshur Wonosobo KH Syarif Hidayat di hadapan 40-an peserta yang diprioritaskan untuk kalangan milenial.
"Al-Manshur adalah masjid tertua di Wonosobo yang selama ini difungsikan untuk menjalin perkawanan dan persaudaraan dengan siapa saja. Bukan hanya untuk umat Islam," kata KH Syarif dalam kunjungan rumah ibadah pertama yang dilakukan para peserta PTI.
PTI 5 yang digelar 25-27 Mei 2018 diikuti para peserta dari Papua, Manado, Madura, Temanggung, Bekasi dan Jakarta yang menganut agama Islam, Kristen, Katolik, Konghucu, penghayat kepercayaan dari Aliran Kebatinan Perjalanan dan Sikh berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat malam (25/5).
Senada, Ahmad Nurcholis selaku penggagas Peace Train juga mendorong kita semua agar hidup berdampingan. Menurutnya, inilah yang menjadi salah satu tujuan dari PTI.
"Peace Train Indonesia ini menciptakan ruang untuk saling berbagi, saling bercerita. Sehingga bisa hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda keyakinan," jelas Koordinator Indonesian Conference on Religiond and Peace (ICRP) itu.
Salah satu peserta dari Papua Clara Okoka, 23, yang baru pertama kali masuk masjid awalnya memandang umat Islam tertutup. Clara merasa senang sekali mengikuti kegiatan PTI dan mendapatkan pengalaman baru bahwa umat Islam sangat terbuka dengannya, baik untuk berbagi pendapat maupun memasuki rumah ibadahnya.
"Sebelum masuk masjid saya ragu-ragu, apakah mereka akan menerima saya. Ternyata mereka sangat terbuka," tuturnya.
Penganut Kristen yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Jawa ini merasakan lebih biasa untuk berinteraksi dengan umat Islam, meskipun baru sekali memasuki masjid.
"Islam itu indah kalau kita dekat mengenalnya," pungkas Clara. (RO/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved