Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HUTAN tanaman meranti terhampar di Gunung Dahu, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Area hutan tanaman meranti seluas 170 hektare tumbuh subur dari total 250 hektare lahan yang dikelola Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDAS-HL), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Tim dari Pusat Penelitian Pengembangan Hutan memperkenalkan bagaimana meranti yang habitat aslinya di Kalimantan itu, bisa dengan sukses tumbuh di sana. Mereka pun mengungkap teknik pembangunan hutan, dampak dan manfaat dari hutan tanaman. Baik bagi masyarakat, dan kelestarian alam itu sendiri, mulai dari segi ekonomi dan segi ekologisnya.
"Ini untuk model. Hutan meranti umumnya alam, di dataran rendah. 20 tahun lalu meranti jadi objek ditebang. Kita ingin meregenrarasi. Dan ini kampanye. Artinya kalu kita diberi kesempatan, ada anggaran kita bisa menanam di luar Jawa. Ini sucses story, bahwa meranti bisa ditanam di mana saja. Di sini bukan habitatnya atau di Kalimantam atau di luar pulau jawa dan berhasil," ungkap Direktur Konservasi Tanah dan Air Ditjen PDAS-HL KLHK Muhamad Firman.
Firman menuturkan, hutan tanaman meranti Gunung Dahu, adalah cerita sukses dan perlu direflikasikan dimana-mana, di seluruh Indonesia. Lahan itu di Gunung Dahu sendiri milik Perhutani yang digunakan dengan sistem pinjam. Pembangunannya, kerjasama dengan Komatsu, Jepang.
"Yang ingin kita sampaikan, kita bisa menanam. Orang tahunya sengon dan lain- lain. Orang tahunya, kehutanan tanamnya kaya di Jawa untuk bahan baku industri. Sengon, lempar bibit, tumbuh. Tidak usah ditanam. Yang ingin disampaikan, litbang bisa kelola dan tanam meranti di sini, di dataran tinggi, di gunung," jelasnya saat tim mengajak sejumlah media massa berkunjung ke hutan itu, beberapa waktu lalu.
Firman menyebutkan, pembangunan hutan tanaman meranti ini nantinya bisa dilakukan oleh siapa saja atau pihak mana saja. "Perorangan bisa. Kelompok tani, perusahaan melalui program CSR-nya. Kita kerjasama,"katanya.
Termasuk untuk penyediaan bibit, lanjutnya, pihaknya telah menyiapkan. "Ini jadi ranah tanggung jawab saya. Kita siap.Bibit juga tersedia. Sekarang untuk 1000 hektare, kami siap," pungkasnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved