Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Lembata Menuju Destinasi Eksotik Kelas Dunia

Putri Rosmalia Octaviyani
09/5/2018 21:00
Lembata Menuju Destinasi Eksotik Kelas Dunia
(Dok. MI)

KABUPATEN Lembata, Nusa Tenggara Timur akan mengembangkan diri sebagai destinasi eksotik kelas dunia. Potensi daya tarik mengandalkan wisata budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade) dengan membangun kolam apung di Pulau Siput.

"Kami ingin mengembangkan pariwisata Lembata sebagai destinasi eksotik dengan mengandalkan pada potensi budaya, alam, dan buatan," kata Bupati Lembata, Eliaser Yentji, Rabu (9/5).

Bupati Eliaser Yentji Sunur menyatakan, untuk mengembangkan sektor pariwisata, Pemkab Lembata telah mengalokasikan dana pembangunan dan promosi sebesar Rp15 miliar. Serta memperoleh dukungan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,5 miliar.

"Kegiatan promosi di antaranya dengan menggelar event Festival 3 Gunung Lembata, sebagai sarana untuk mempromosikan Calender of Event Lembata," kata Eliaser Yentji.

Ia mengharapkan dari kegiatan promosi tersebut berdampak kunjungan wisatawan akan meningkat signifikan. Dikatakannya. Kunjungan wisatawan ke Lembata tahun lalu sebanyak 10.000 terdiri atas 8.700 wisatawan nusantara (wisnus) dan 1.300 wisatawan mancanegara (wisman).

"Tahun ini kita proyeksikan menjadi 15.000 wisatawan, di mana kunjungan wisman diharapkan naik signifikan," ujar Eliaser.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), I Gde Pitana mengatakan, Kemenpar memberi apresiasi kepada Pemkab Lembata yang menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan. Kabupaten Lembata memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi yang eksotik karena memiliki daya tarik budaya, alam, dan buatan yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain.

"Lembata sudah lama tersohor ke mancanegara dengan keunikan budaya yaitu tradisi berburu ikan paus yang lestari. Kearifan lokal ini menjadi daya tarik wisatawan datang ke Lembata," kata I Gde Pitana.

Sementara itu, Festival 3 Gunung 2018 akan dilaksanakan pada 22-29 September 2018. Ketiga gunung yang akan dipromosikan dalam festival tersebut ialah Ile Baturara, Ile Lewotolok, dan Ile Werung.

Keunikan gunung Ile Batutara, yaitu mengalami letusan setiap 20 menit sekali dan dapat disaksikan dalam jarak dekat sekitar 50 meter dan pada tahun 2017 masuk nominasi sebagai destinasi wisata gunung api terpopuler nomor dua di Indonesia. 

Gunung Ile Lewotolok memiliki kawah di puncak yang luas dan berpasir putih menyerupai lapangan dan bisa digunakan untuk bermain sepak bola. Sementara Gunung Ile Werung memiliki panorama alam yang eksotik dikarenakan banyak terdapat sarang burung walet dan gua atau terowongan dari dalam gunung yang menembus hingga pantai. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya