Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kecakapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjalin kerja sama dengan kampus Universitas Terbuka (UT). Ditargetkan 50 ribu TKI dapat mengambil kesempatan belajar di UT.
"Saya optimistis sekitar 50 ribuan TKI kita dapat belajar dengan syarat infrastruktur dan teknisnya kita garap dengan benar. Kita petakan dimana calon-calon potensial para pekerja yang dapat disosialisasikan untuk mengikuti program menjadi mahasiswa UT. Dan ini sebenarnya bukan hal yang sulit," kata Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono pada penandatangan kerja sama (MoU) bersama Wakil Rektor UT Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Moh Muzammil di Kampus UT Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (9/5).
Teguh Hendro mengkalkulasi dari sekitar 2,8 juta TKI sekitar 1 juta diantaranya memiliki latar belakang pendidikan SMA/SMK diharapkan 5-10 persen atau 50 ribu orang dapat mengikuti program pembelajaran di UT.
Dalam kaitan ini, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi untuk meyakinkan tentang nilai positif belajar di UT. BNP2TKI akan bekerja sama dengan perwakilan pemerintah di luar negeri.
"Tiap-tiap negara itu biasanya ada atase tenaga kerja dan pendidikan yang dengan senang hati saya kira dapat memfasilitasi kepentingan pembelajaran para TKI kita," cetusnya.
Teguh mengutarakan BNP2TKI telah merancang sejumlah langkah program bersama UT yakni, pertama sejak awal para TKI sebelum berangkat ke luar negeri telah diberikan pemahaman peluang untuk menjadi mahasiswa UT, selama menjadi TKI di luar negeri, atau program penerusannya setelah mereka tidak menjadi TKI.
Kedua, menggarap para pekerja di luar negeri yang tengah bekerja untuk mengikuti program UT ini. Ketiga, senantiasa mengupdate kondisi yang dialami para pekerja agar makin banyak yang berminat mengikuti program belajar ini.
Adapun target utama program pembelajaran dengan UT ini ditujukan bagi TKI yang bekerja di Malaysia, terutama yang bekerja di pabrik pabrik yang kebanyakan lulusan SMK mencapai 200 ribuan orang. Mereka tersebar di Kedah, Penang, Perak, Kualalumpur, dan Johor.
"Mereka bekerja di pabrik dan tinggal di asrama. Ini sasaran yang memudahkan jika mereka ikut program ini, karena interaksinya lebih mudah, baik bagi mereka maupun bagi UT. Apalagi dengan biaya yang terjangkau dan keluwesan perkuliahan," paparnya.
Menurutnya ada tiga negara yang utama ditujukan bagi peningkatan pendidikan TKI yakni Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong. "Mereka rata-rata lulusan SMA sederajat yang bisa mengikuti program ini. Untuk negara lainnya kami pertimbangkan untuk program berikutnya," tukas Teguh.
Wakil Rektor UT Moh Muzammil mengatakan harapanya agar kerjasama ini dapat terlaksana dengan baik, karena UT memiliki visi dan misi yang sama dalam mencerdaskan anak bangsa ditanah air, di dalam negeri dan luar negeri.
"Kami berharap kerja sama dengan BNP2TKI ini menjadi sinergi bersama dalam kontribusi meningkatkan pendidikan para tenaga kerja kita di dalam negeri dan luar negeri," pungkasnya. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved