Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Perdebatan Tanggal HPN tidak Substansial

Putri Rosmalia Octaviyani
20/4/2018 19:10
Perdebatan Tanggal HPN tidak Substansial
(Ilustrasi)

PERDEBATAN terkait perubahan Hari Pers Nasional (HPN) dianggap bukan hal yang substansial. Insan pers seharusnya lebih fokus pada upaya peningkatan manfaat dari perayaan HPN yang selama ini dianggap kurang maksimal dan hanya sebatas seremonial belaka.

"Kalau cuma perdebatan dan untuk mengajukan usulan, itu merupakan hal yang biasa dan wajar dilakukan, karena itu adalah ciri masyarakat demokratis. Serikat Pekerja Pers (SPS) melihat hal yang lebih substansial daripada hanya mencari tanggal baru HPN. Toh selama ini sudah berjalan, ya udah diteruskan. Tapi, bagaimana komunitas pers dapat memperoleh manfaat optimal dari event tahunan tersebut," ujar Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS), Ahmad Djauhar, ketika dihubungi, Kamis (19/4) lalu.

Ahmad mengatakan, meski begitu pembahasan tersebut sebenarnya boleh saja dilakukan. Namun, perdebatan itu jangan sampai menimbulkan sesuatu yang justru kontraproduktif.

"Misalnya ketidakakuran antarorganisasi, apalagi sampai membuat mosi tidak percaya kepada Dewan Pers. Itu kan rumah bersama seluruh komunitas pers, lucu kalau hanya gara-gara usulan seperti itu, penghuni rumah jadi bermusuhan. Kok jadi seperti anak kecil," ujar Ahmad Djauhar.

Ia mengatakan, dirinya juga mengimbau Alinasi Jurnalis Independen (AJI) untuk dapat melihat sejarah panjang pers Indonesia sebelun Orde Baru. AJI, dikatakan Ahmad, selama ini enggan mengikuti kegiatan HPN karena menganggap hanya sebagai hari perayaan ulang tahun PWI. "Padahal sebenarnya esensinya jauh lebih dari itu," ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan, dirinya berharap seluruh insan pers agar dapat berfikir jernih dalam membahas persoalan tersebut. Saat ini yang harus jadi prioritas ialah bagaimana dapat membuat momen HPN dimanfaatkan untuk memajukan pers nasional.

"Persoalan yang kita (pers nasional) hadapi jauh lebih memerlukan pemikiran kita bersama, mari sinergikan energi ke arah itu, bukan untuk mencari tanggal saja," tutup Ahmad. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya