Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

KPAI: Ada Malapraktik di Soal Matematika UNBK

Thomas Harming Suwarta
17/4/2018 22:25
KPAI: Ada Malapraktik di Soal Matematika UNBK
(ANTARA)

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai adanya malapraktik evaluasi terkait sulitnya soal matematika dalam pelaksanaan UNBK tahun ini sehingga menimbulkan ketidakadilan bagi anak-anak peserta UNBK. Karena itu Kemendikbub diduga telah melakukan pelanggaran terhadap hak anak.

"Dari pengaduan yang masuk, KPAI menemukan beberapa indikasi masalah terkait sulitnya soal UNBK Matematika SMA antara lain ada dugaan malapraktik evaluasi yang menimbulkan ketidakadilan bagi anak-anak peserta UNBK SMA," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Lystiarti dalam keterangan tertulis, Selasa (17/4).

Ia menjelaskan, dugaan malpraktik evaluasi terjadi dari sejumlah soal yang terindikasi sulit dipahami oleh siswa karena materinya belum pernah diajarkan di kelas.

"Siswa tidak memahami soal itu karena soal itu tidak mengukur kemampuan siswa terkait materi yang dipelajari. Artinya validitas soal bermasalah. Menguji siswa dengan materi yang tidak pernah dipelajari adalah ketidakadilan," jelasnya.

Retno menduga soal itu bermasalah karena tidak memiliki daya pembeda. Artinya soal itu tidak bisa membedakan antara siswa yang ada di kelompok atas dan bawah (kemampuan diskriminasi).

"Bisa juga karena teks soal itu bersifat ambigu atau multitafsir sehingga dipahami berbeda oleh siswa satu dan siswa lainnya (masalah realibilitas soal). Berbeda dengan tingkat kesukaran, level berpikir tiap soal ditentukan sejak tahap persiapan pembuatan soal," kata Retno.

Dengan indikasi di atas, KPAI menemukan ada dugaan bahwa Kemendikbud telah melakukan pelanggaran hak anak, karena menguji anak-anak dengan soal-soal yang materinya dan jenis soalnya tidak pernah diajarkan.

"Ini adalah malapraktik dalam pendidikan, tepatnya dalam evaluasi. Kalau malapraktik di kedokteran bisa menimbulkan kematian, maka malapraktik di pendidikan bisa merugikan para siswa dan menghambat kualitas pendidikan," tukas Retno. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya