Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Soal Matematika UNBK yang Sulit Diadukan ke KPAI

Thomas Harming Suwarta
17/4/2018 21:55
Soal Matematika UNBK yang Sulit Diadukan ke KPAI
(ANTARA)

MESKI Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak membuka posko pengaduan UNBK, lembaga mengaku menerima banyak keluhan dan pengaduan dari para peserta UNBK SMA 2018, terutama untuk soal mata uji matematika.

Luapan emosi anak-anak juga ditumpahkan melalui aplikasi WhatsApp, Line, Twitter, inbox Facebook dan telepon langsung.

"Kami memang menerima banyak aduan. Hal-hal yang dikeluhkan di antaranya adalah soal UNBK Matematika yang sangat sulit, tidak cukup waktu mengerjakannya karena langkahnya yang banyak dan rumit, soal tidak sesuai dengan kisi-kisi, dan siswa menyatakan hanya menyakini jawaban benar sekitar 5-10 dari 40 soal yang diuji," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Lystiarti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (17/4).

Banyak dari pengadu kata dia mengaku tidak pernah membayangkan soal matematika UNBK sesulit itu, padahal selama ini mereka sudah belajar keras untuk berlatih menyelesaikan soal-soal matematika dari berbagai sumber.

"Dan rupanya ketika digali lebih jauh, para siswa pengadu mengaku tidak pernah mendapatkan soal jenis itu dalam proses pembelajaran dan penilaian selama 3 tahun di SMA," tukas Retno.

Beberapa siswa yang menelepon langsung kata dia ada yang menangis karena khawatir mendapat nilai buruk dan ada juga yang menyatakan berkurang semangatnya mengikuti ujian hari ketiga dan keempat akibat frustasi mengerjakan soal matematika di hari kedua ujian.

"Makanya KPAI mengapresiasi keberanian anak-anak generasi milineal ini untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan penilaiannya terhadap sulitnya soal-soal matematika UNBK SMA secara terbuka di ruang publik dan media sosial. Apa yang mereka ungkapkan adalah bentuk hak partisipasi anak dalam mengkritisi kebijakan pendidikan yang mereka nilai tak adil," pungkas Retno. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya