Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

KSAD Bela Terawan: Kecuali yang Diobati Mati Kabeh

Rudy Polycarpus
04/4/2018 20:05
KSAD Bela Terawan: Kecuali yang Diobati Mati Kabeh
(DISPENAD)

KEPALA Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono membela dokter Terawan Agus Putranto yang dipecat sementara dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena metode 'cuci otak' berbasis radiologi intervensi.

Mulyono menilai tidak ada yang salah dengan metode yang diterapkan dokter yang saat ini menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, itu.

"Kita bela sepanjang bagus. Wong IDI enggak pernah komunikasi ke saya. (IDI) main tembak-tembak sendiri, memangnya siapa," ujar Mulyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/4).

IDI mengeluarkan surat terkait pemberhentian dokter Terawan terkait pelanggaran kode etik. Salah satu pelanggaran kode etiknya, yaitu metode cuci otak berbasis radiologi intervensi, belum terbukti secara ilmiah.

Mulyono menegaskan IDI harus menjelaskan kesalahan Terawan tersebut. Pasalnya, metode cuci otak terawan justru sudah banyak membantu pasien. Menurutnya, jika banyak pasien yang sembuh, berarti tidak ada yang salah dengan dokter berpangkat brigjen itu.

"Kecuali yang diobati mati kabeh (semua). Kalau yang diobati merasa nyaman, enak dan sembuh, berarti ilmunya benar. Duduk bersama dan komunikasi malah lebih bagus, bukan otot-ototan masalah aturan, itu salah, itu melanggar aturan," tegasnya.

TNI AD, sambung Mulyono, akan memberikan bantuan hukum kepada Terawan. Ia sudah menugaskan Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen dr Ben Yura Rimba. "Kita berjuang buat kebaikan enggak apa-apa," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya