Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Testimoni Dukungan untuk dr Terawan

Denny Parsaulian Sinaga
04/4/2018 16:30
Testimoni Dukungan untuk dr Terawan
(MI/Denny Parsaulian Sinaga)

DI tengah kontroversi pemecatan sementara dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), testimoni mantan pasien bermunculan.

Di antara mereka yang merupakan mantan pasien jenderal bintang dua ini adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Karomisinter Divhubinter Polri Brigjen Krisna Murti, serta ahli Kelirumologi Jaya Suprana dan istrinya Aylawati Sarwono.

"Saya bukan dokter. Mungkin saja pemecatan dokter Terawan oleh IDI benar. Tetapi saya dan isteri pernah betobat (baca:berobat) kpd dr. Terawan dan hasilnya terasa baik. Mudah-mudahan semua berakhir baik," cuit Mahfud lewat akun twitternya @mohmahfudmd, Rabu (4/4).

Lewat akun Instagramnya @krishnamurti_91, Brigjen Polisi Krishna Murti mengatakan dirinya pernah menjalani perawatan dengan Digital Substraction Angiography (DSA). Krishna mengakui kesehatannya pulih meskipun tidak tahu sisi medis dari efek metode pengobatan yang dijalaninya.

"Hari ini saya mendengar IDI mencabut izin praktik beliau karena tidak memenuhi syarat tertentu. Saya bukan ahlinya untuk berkomentar apapun. Saya hanya berharap Semoga semua masalah dapat diselesaikan dengan baik," tulisnya.

Jaya Suprana dan istrinya juga pernah menjadi pasien Terawan. Di akun inatagramnya @aylawati, istri Jaya Suprana menuliskan,"Saya dan Jaya Suprana adalah pasien dari Terawan atas kesadaran dan pilihan sendiri untuk menjadi sehat, kami merasakan manfaatnya. Adalah hak konsumen untuk memilih alternatif pengobatan termasuk dengan metode temuan dari Terawan maupun pengobatan tradisional dengan Jamu. #SaveDrTerawan."

Meski bukan mantan pasien, anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono dan anggota DPD RI Gde Pasek Suardika mengecam pemecatan ini. Di akun twitternya @Edhie_Baskoro, pria yang akrab disapa Ibas ini mwngutuk pemecatan oleh IDI.

"Jika benar seperti ini, sungguh TERLALU! Semestinya Dokter Terawan dapatkan gelar tanda jasa bukan justru dipecat. Aneh Bin Ajaib persaingan masa kini! #SaveDokterTerawan," cuitnya.

Sedangkan Gde Pasek meluncurkan 8 cuitan terkait Terawan. Di salah satu cuitannya, Gde menyebut Terawan seharusnya mendapat hadiah Nobel. "8. Dokter Terawan sebenarnya bisa diperjuangkan untuk bisa dapat hadiah Nobel di bidang kesehatan atas temuannya yang luar biasa tersebut. Saya sedih, dokter berprestasi malah dipecat sementara banyak yang melakukan malpraktek malah cenderung dilindungi.Ironi kesehatan negeri ini," cuit Gde di akun @G_paseksuardika.

Gde bahkan mengusulkan agar IDI direformasi. "#SaveDokterTerawan Saatnya reformasi IDI dan berikan hadir organisasi profesi sejenis demi kepentingan masyarakat. Hegemoni bidang kesehatan merugikan masyarakat. Jangan sampai, yang inovatif disanksi, yang malpraktek dilindungi." (A-5)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya