Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ada Generasi Milenial, 2030 Bukan Akhir dari Indonesia

Ferdian Ananda Majni
24/3/2018 20:50
Ada Generasi Milenial, 2030 Bukan Akhir dari Indonesia
(Ilustrasi--thinkstock)

PSIKOLOG Lucia Bulan mengakui potensi yang dimiliki generasi milenial untuk menjalin relasi dan juga aspek Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara menjadi salah satu faktor yang baik dalam menjaga keutuhan Indonesia ke depan.

"Itu salah satu kompetisi yang harus dimiliki di era milenial. Kenapa? karena Bhinneka Tunggal Ika menerima keberagaman karena kita berelasi bukan hanya dengan bangsa sendiri," papar Lucia dalam kegiatan sosial enterpreuneur dan kebhinekaan kita di The Breeze BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (24/3).

Terlepas bangsa Indonesia memiliki banyak keragaman. Tetapi generasi milenial bisa menerima perbedaan dari negara lain. "Itu nilai plus negara kita. Jadi saya optimistis banget dengan negara kita,  di tangan generasi millenial, tahun 2030 bukan akhir segalanya," tegasnya. 

"Saya melihat potensi kreativitas anak muda jaman milenial luar biasa," pungkasnya.

Lucia berharap, generasi milenial yang mampu belajar dengan cepat dan dukungan teknologi tidak disalahgunakan. Karena mereka memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Apalagi dunia dalam genggaman, bisa melakukan apa saja dalam sekali klik. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya