Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Atasi Masalah Perempuan dan Anak, Ini Dia Lima Langkahnya

Denny Parsaulian Sinaga
23/3/2018 20:05
Atasi Masalah Perempuan dan Anak, Ini Dia Lima Langkahnya
(Ilustrasi---MI)

SINERGI pemerintah dan lembaga masyarakat dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat diwujudkan lewat lima langkah.

Demikian paparan Deputi Partisipasi Masyarakat Agustina Erni saat diskusi media terkait kekerasan seksual dalam tema 'Marunda Bebas Kekerasan Seksual' di Kantor Kementerian PPPA, Jumat (23/3).

"Ini ada lima prinsip sinergi yang harus dilakulan jika ingin sukses," kata Agustina.

Prinsip-prinsip tersebut adalah pemerintah dan lembaga harus mau berbagi, mengganggap semuanya penting, tidak saling menyalahkan, transparan, dan ikhlas.

"Kalau masing-masing tidak mau berbagi dan saling menyalahkan, sebelum satu masalah terpecahkan, akan muncul korban lainnya," kata Agustina.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian PPPA telah menjalin sinergi dengan 1.650 lembaga masyarakat (data 2017) di tahun sebelumnya hanya 1.055 lembaga. Lembaga masyarakat ini bisa berupa lembaga profesi, media, organisasi keagamaan, akademisi, lembaga riset, kampus, dan akademisi.

Hadir dalam diskusi tersebut Ketua Pusat Studi Perempuan Uhamka Astuti, Ketua RT di Marunda Vino, dan anggota Karang Taruna Marunda Fahmi.

Marunda di Jakarta Utara sebelumnya dikenal rawan kriminal, pelecehan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Dulu, acara nongkrong biasanya diisi dengan minum minuman keras dan pakai narkoba.

"Malam jadi siang dan siang jadi malam. Kalau sedang mabok enggak segan-segan membongkar warung. Biasanya sih cuma ambil rokok saja," tambah Fahmi.

Astuti yang merupakan pegiat kampus pertama kali mendapati kondisi Marunda yang demikian. "Kami langsung menangani tanpa program dari atas. Harus langsung turun."

Tetapi kini, menurut Vino, Marunda sudah berubah. "Kini sekarang lebih baik. Coba Bu Astuti dan kementerian datang ke Marunda dari dulu," imbuhnya.

Marunda yang kini, menurut Vino sudah berubah drastis. Tidak ada lagi narkoba, pelecehan, dan kekerasan terhadap anak dan perempuan. "Sekarang ada orangtua yang marah dan kasar kepada anaknya, orang sekitar sudah tidak segan menegur. Sekedar bilang ,'jangan kasar sama anak'."

Senada, Fahmi yang merupakan anggota Karang Taruna Marunda memaparkan bahwa pemuda di Marunda sudah tidak suka lagi nongkrong sembarangan. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya