Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMUAN Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kemenristek dan Dikti yang menyebutkan banyaknya guru besar atau profesor yang tidak aktif menulis jurnal khususnya jurnal internasional tidak mengherankan Profesor Nizam, Dekan Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Menurut dia, guru besar di Indonesia selama ini mendapat banyak tuntutan bukan hanya dari perguruan tinggi melainkan juga dari pemerintah dan masyarakat.
“Kalau menurut saya lebih karena banyak tuntutan yang juga harus dipenuhi oleh para guru besar ini sehingga kadang kala lalai menulis jurnal, karena saya tahu ada guru besar yang sangat aktif dalam membantu masyarakat atau pemerintah dalam proyek-proyek tertentu. Belum beban pendidikan dan pengajaran di kampus sehingga tidak ada waktu lagi menulis jurnal,” kata Nizam saat berbincang dengan Media Indonesia, Jumat (23/2).
Menurut dia, guru besar atau dosen perguruan tinggi tentu terikat dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu tugas pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Kalau mau dibuat prioritas ya tentunya tugas pengajaran yang utama, yaitu bagaimana memastikan anak didik betul-betul memiliki kompetensi yang dibutuhkan, menyusul kemudian aspek penelitian dan pengembangan karena dia butuh pengembangan ilmu baru, dalam hal ini terkait dengan menulis di jurnal dan pengabdian ke masyarakat," jelasnya.
Peran dosen untuk konteks sekarang kata dia memang dipenuhi banyak tuntutan karena ada anggapan bahwa menjadi dosen harus mengetahui banyak hal sehingga banyak juga dimintai untuk membantu beberapa pekerjaan di luar kampus yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat, seperti pengembangan kawasan perdesaaan, pengembangan teknologi pertanian.
"Jadi menurut saya hal-hal ini juga harus jadi pertimbangan kita. Menulis jurnal itu juga penting tetapi itu bukan satu-satunya. Artinya kita perlu fair dan proporsional memberikan penilaian. Bagaimana mungkin kita sebut bahwa guru besarnya dipertanyakan hanya karena dia jarang menulis jurnal tetapi karya nyata dia di masyarakat yang langsung dirasakan manfaatnya itu luar biasa besar,” tukas Nizam. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved