Sabtu 03 Februari 2018, 13:45 WIB

Dubes Vatikan Tolak Aduan, Umat Katolik Papua Kecewa

Putra Ananda | Humaniora
Dubes Vatikan Tolak Aduan, Umat Katolik Papua Kecewa

MI/Briyan

 

TIGA perwakilan masyarakat Papua asli kecewa setelah pengaduan mereka kepada Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta ditolak. Mereka sempat diterima Nunsius Apostolik atau Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Yang Mulia Piero Pioppo, hanya sekira lima menit.

"Itu pun tanpa mau mendengarkan pengaduan kami. Alasannya sibuk," kata Philipus V. Woersok, tokoh umat yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Paroki St. Arnoldus Janssen-Malanu di Kota Sorong, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/2).

Philipus V. Woersok datang ke Kedubes Vatikan di Jalan Medan Merdeka Timur sejak pagi bersama Hubertus Manep (tokoh umat dan Kepala Suku Merauke di Sorong) dan Semuel Bless (tokoh umat dari Kabupaten Maybrat).

"Saya membawa aspirasi umat Katolik Keuskupan Sorong-Manokwari terkait masalah penanganan kasus pelecehan seksual dan ketidakwajaran manajemen keuangan keuskupan," ujar Philipus V. Woersok.

"Malah sudah terjadi kekerasan serta ancaman pembunuhan terhadap pastor di lingkungan Keuskupan Sorong-Manokwari. Kasusnya sudah di kepolisian dan berkasnya sudah siap dilimpahkan ke kejaksaan. Saya mita uskup Sorong-Manokwari diganti," tambagnya

Birgitta Elna, pegiat perempuan di Papua menyatakan, tujuan tiga wakil umat Katolik dari Keuskupan Sorong-Manokwari itu sangat mulia. Namun mereka sangat kecewa dengan alasan birokratis dan hierarkis dari Kedubes Vatikan.

"Kalau yang bermasalah keuskupan masa mereka harus mengadu dulu ke keuskupan," kata Elna yang juga konsultan hukum dari Noken Solutions.

Elna sangat memahami keresahan jemaat sampai perwakilannya mengadu ke Kedubes Vatikan. Menurutnya itu sudah menandakan ada yang serius.

"Urgensinya mungkin ini sudah darurat sehingga mereka harus menyampaikan masalahnya langsung ke Kedubes Vatikan. Menurut saya ini sudah tidak sehat karena salah satu pastor juga sudah melakukan aksi yang mengancam dan mengintimidasi," ujarnya.

Menurut Elna, Dubes Vatikan diharapkan menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi mereka ke pucuk pimpinan gereja Katolik di Vatikan.

"Menurut saya seharusya Dubes Vatikan bijak. Walau ada hierarki seharusya lebih dulu dilihat dulu urgesinya. Jangan karenna alasan hierarki masalah urgen yang mengancam keselamatan dan keutuhan umat malah diabaikan. Terkesan mengesampingkan suara umat," ujarnya. (OL-6)

Baca Juga

Dok.MI

Pernyataan Menag Yaqut Soal Baha'i Diapresiasi

👤Akhmad Mustain 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 06:45 WIB
Menurut Koalisi yang disampaikan melalui siaran pers, merupakan bentuk sikap kenegarawanan dalam mengayomi setiap warga negara apapun agama...
MI/PERMANA

Kalau Lo Semua Divaksin, Nanti Slank Tur Lagi

👤Ifa/X-7 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 06:00 WIB
MESKI antusiasme masyarakat akan vaksinasi covid-19 saat ini dinilai cukup besar, ajakan untuk vaksin bagi masyarakat masih harus terus...
Dok.BPPT

Menteri KLHK Antisipasi Puncak karhutla dengan Hujan Buatan

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:45 WIB
Upaya TMC di Provinsi Riau, pada fase pertama, 10 Maret sampai 5 April 2021, secara umum meningkatkan curah hujan sekitar 33 hingga 64...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya