Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ribuan Orang Mengantar Jenazah Guru Budi

MICOM
02/2/2018 21:14
Ribuan Orang Mengantar Jenazah Guru Budi
(MI/M. Ghozi)

RIBUAN orang pada Jumat (2/2), mengantarkan jenazah guru korban penganiayaan siswanya yang terjadi di SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten
Sampang, Jawa Timur, Kamis (1/2).

Guru seni rupa Ahmad Budi Cahyono (26) itu meninggal dunia di tangan muridnya sendiri berinisial HI akibat penganiyaan.

"Saya tidak menyangka, ini bisa terjadi. Ini sungguh di luar batas kewajaran dan tidak seharusnya terjadi di dunia pendidikan kita ini," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Moh Jupri Riyadi di rumah duka di Dusun Pliyang, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota, Sampang, Madura.

Para guru dari sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Disdik dan
Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Sampang terlihat hadir di rumah duka dan ikut mensalatkan serta mengantar jenazah almarhum ke permakaman umum di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Sampang, Jumat.

Para aktivis Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Sampang dan HMI Sampang ikut mengantar jenazah almarhum.

Karangan bunga berisi ucapan bela sungkawa atas meninggal guru Budi hampir memenuhi pekarangan rumah almarhum, baik dari teman-teman seprofesi almarhum maupun dari alumni HMI karena yang bersangkutan merupakan aktivis Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) di HMI Cabang Malang.

Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy
menyampaikan karangan bunga secara langsung. Baca juga: Polisi Tangkap Siswa Pembunuh Gurunya

"Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Bp. Ahmad Budi Cahyono, S.Pd, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI," demikian salah satu karangan bunga yang tertulis di sekitar rumah duka.

Guru yang dikenal sabar dan merupakan mantan Ketua Umum HMI Komisariat
Sastra Universitas Malang (UM) meninggal dunia di RS Dr Soetomo Surabaya, Kamis (1/2) sekitar pukul 22.00 WIB, karena mengalami mati batang otak dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi, akibat dianiaya siswanya sendiri.

Kasus penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis (1/2) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, guru Budi sedang mengajar bidang studi kesenian dan HI tertidur di kelas itu.

Guru Budi langsung mendatangi siswa HI -yang menurut para guru lainnya merupakan siswa bermasalah dan memiliki catatan merah- dan mencoret mukanya dengan tinta.

Namun HI tiba-tiba memukul sang guru. Pelaku juga mencegat sang guru
setelah pulang sekolah dan memukul korban.

Sesampainya di rumah, korban langsung pingsan, sehingga dirujuk ke RS Dr Soetomo di Surabaya. Namun, nyawa sang guru honorer itu tidak terselamatkan, dan ia meninggal di rumah sakit.

Guru Budi yang terbilang masih belia itu menghembuskan napas terakhir dengan meninggalkan seorang isteri yang tengah mengandung empat bulan.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya