Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ingin Lihat Supermoon, Semoga Cuaca Besok Cerah

Dhika Kusuma Winata
30/1/2018 22:22
Ingin Lihat Supermoon, Semoga Cuaca Besok Cerah
(AFP PHOTO / REMY GABALDA)

MASYARAKAT di seantero Tanah Air berkesempatan besar menyaksikan gerhana bulan total yang akan terjadi pada Rabu (31/1) besok. Meski begitu, faktor cuaca cerah menjadi syarat penting agar fenomena langka itu bisa terlihat jelas.

"Faktor cuaca sangat berpengaruh. Jika cuaca berawan atau hujan masih bisa dilihat di sela-sela awan," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin saat dihubungi, Selasa (30/1).

Profesor riset astronomi dan astrofisika itu menjelaskan gerhana bulan kali ini menarik menjadi perhatian publik karena terjadi tiga fenomena bulan sekaligus yakni supermoon (bulan super), blue moon (purnama), dan blood moon (gerhana total).

Ia menambahkan pihaknya mengadakan edukasi publik pengamatan gerhana di pusat pengamatan Lapan di sejumlah daerah seperti Bandung, Sumedang, Garut, Pasuruan, Biak, Pontianak, dan Bukittinggi.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan keseluruhan proses gerhana dapat diamati di Samudra Pasifik serta bagian Timur Asia, Indonesia, Australia, dan bagian barat laut Amerika. Gerhana juga dapat diamati di bagian barat Asia, Samudra Hindia, bagian timur Afrika, dan bagian timur Eropa. Di wilayah Indonesia puncak gerhana dapat dinikmati pukul 20.29 WIB.

Berdasarkan data BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat kurun waktu 29 Januari-3 Februari masih akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Khusus untuk hari supermoon, beberapa wilayah diprediksi berawan dan hujan. Jakarta diperkirakan berawan, Bandung juga diperkirakan berawan, Medan diprediksi hujan ringan, dan Denpasar diperkirakan berawan.

Dwikorita menjelaskan lokasi yang ideal untuk mengamati fenomena ini di Observatorium Boscha (Lembang), Pulau Seribu, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Planetarium, Museum Fatahilah, Kampung Betawi, Satu Babakan, serta Jam Gadang di Bukit Tinggi. BMKG, lanjut Dwikorita, melakukan pengamatan di 21 titik di seluruh pos pengamatan yang ada di Tanah Air.

"Namun masyarakat harap mewaspadai tinggi pasang maksimum hingga mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari. Fenomena ini pun juga dapat mengakibatkan surut minimum mencapai 100 cm hingga -110 cm yang terjadi pada 30 Januari-1 Februari di pesisir Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, bagian utara Jakarta, bagian utara Jawa Tengah, bagian utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya