Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Saksikan Blood Moon, Planetarium TIM Sediakan 16 Teropong

Yanurisa Ananta
30/1/2018 16:56
Saksikan Blood Moon, Planetarium TIM Sediakan 16 Teropong
(Dok. MI/Arya Manggala)

SEBANYAK 16 teropong disediakan Planetarium, Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) jelang fenomena alam Blood Moon, Rabu (31/1). Teropong-teropong itu bisa digunakan para pengunjung untuk melihat permukaan bulan secara lebih dekat.

"Sudah kita siapkan juga alat observasi 16 teleskop. Hari ini kami sedang cek kesiapan teropong dan akan dipasang di hari H pukul 15.00 WIB," kata Eko Wahyu Wibowo selaku Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium, Selasa (30/1).

Sejatinya, kata Eko, fenomena alam Blood Moon bisa dilihat dengan mata telanjang. Teropong digunakan bila pengunjung ingin melihat permukaan bulan dengan lebih jelas.

Selain teropong, pihaknya juga mengerahkan sumber daya manusia 38 astronom yang turut menjelaskan soal fenomena tersebut saat pengunjung menggunakan teropong.

Untuk bisa menggunakan teropong itu, pengunjung mesti melakukan registrasi mulai pukul 17.00. Selanjutnya mereka akan diarahkan ke teropong-teropong tersebut dengan sistem antre.

"Pukul 17.00 kita mulai buka registrasi untuk pengaturan penggunaan teleskop. Nanti akan ada 10 meja registrasi, pengunjung melakukan absen kemudian diarahkan ke teleskop yang tersedia," lanjut Eko.

Lokasi teropong-teropohg tersebut berada di depan Teater Besar TIM. Area terbuka tersebut, kata Eko, mampu menampung pengunjung hingga 5.000 orang. Disediakan juga ruang tertutup di dalam Planetarium jika mendadak terjadi hujan.

"Kalau hujan sudah kita siapkan nobar live streaming tempatnya kebetulan di dalam Planetarium. Sifatnya insidentil saja kalau gerimis," cetusnya.

Eko melanjutkan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI untuk penyediaan toilet mobile. Keamanan pun sudah disiapkan dengan matang.

Disarankan para pengunjung yang membawa kendaraan untuk datang pukul 15.00 karena dikhawatirkan pengunjung akan membludak.

"Yang bawa kendaraan datangnya lebih baik pukul 15.00. Tentunya harus sabar karena nanti yang datang cukup banyak. Paling penting patuhi menjaga kebersihan," kata Eko.

Pada saat fenomena Blood Moon terjadi, bulan tidak akan sepenuhnya berwarna hitam. Bulan akan berwarna merah akibat sinar matahari yang memproyeksian partikel-partikel yang terkandung di atmosfer bumi. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya