Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla menilai perempuan-perempuan Indonesia harus mendapat lebih banyak perhatian khususnya dalam menggerakkan perekonomian, sehingga tidak tergerus oleh arus industrialisasi.
"Apabila kita tidak menggerakkan perempuan, maka kita akan termakan oleh
industri. Sekarang di semua sudut ada minimarket, dan kalau kita periksa
di minimarket itu semua isinya produksi industri," kata Wapres dalam sambutannya di acara Tanwir I Aisyiah di Surabaya, Jatim, Jumat (19/1).
Kurangnya produksi rumahan hasil olahan ibu-ibu di masyarakat, menurut Kalla, disebabkan oleh kualitas produk rumahan tersebut kalah bersaing dengan produksi industri besar.
Oleh karena itu, Wapres berpesan supaya organisasi kemasyarakatan, khususnya kaum perempuan seperti Aisyiah, dapat mendorong terwujudnya perbaikan kualitas produk masyarakat.
"Dibutuhkan perbaikan produksi kue-kue misalnya, bungkusnya, kebersihannya
sehingga kemudian kita dapat bersaing dengan hasil industri. Di situlah fungsi daripada organisasi perempuan seperti Aisyiah," jelasnya.
Turut hadir dalam acara pembukaan sayap organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut adalah Mufidah Kalla, Ketua Umum PP Aisyiah Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf.(Ant/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved