Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tembin Punah, Jawa Bersiap Hujan Lagi

27/12/2017 06:10
Tembin Punah, Jawa Bersiap Hujan Lagi
(ANTARA/RAHMAD)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan siklon tropis Tembin yang sempat mendekati wilayah Indonesia sejak beberapa hari lalu saat ini sudah punah.

Dampaknya, Pulau Jawa diperkirakan kembali diguyur hujan yang sempat terhenti akibat terdampak siklon Tembin.

"Siklon tropis Tembin sudah punah. Eks siklon menjadi pusat sistem tekanan rendah di sebelah timur semenanjung Malaysia," kata Deputi Kepala BMKG Bidang Meteorologi, Mulyono Rahadi Prabowo, saat dihubungi, kemarin.

Ia mengatakan punahnya siklon tersebut menandakan tidak akan ada perubahan pola cuaca di daerah Sumatra, Riau, Kalimantan, dan Sulawesi, seperti sempat diestimasi pada pekan lalu.

Khusus untuk Pulau Jawa yang mengalami jeda hujan (monsoon break) akibat siklon tropis Tembin, lanjut Mulyono, diperkirakan kembali diguyur hujan.

"Hari-hari ini potensi pertumbuhan awan mulai muncul meski sporadis. Dua atau tiga hari ke depan, ketika garis pertemuan aliran angin mulai bergeser ke selatan mendekati Jawa, itu akan dapat memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih banyak," tandasnya.

Jumat (22/12) lalu, badai tropis Tembin tersebut menghantam pulau selatan di Filipina, Mindanao. Tembin kemudian menguat menjadi taifun dan menimbulkan banjir serta tanah longsor di wilayah itu, sebelum kemudian bergerak ke Palawan.

Sampai Senin (25/) malam, jumlah korban tewas karena tanah longsor dan banjir akibat Tembin diperkirakan mencapai 240 orang.

Selain itu, 107 orang dilaporkan hilang. Sementara itu, menurut Dewan Pengelolaan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina, 97 ribu pengungsi berada di pusat evakuasi dan nyaris 85 ribu lainnya berpencar ke beberapa tempat.

Siklon tropis Tembin sehari sebelumnya sempat mengarah ke Vietnam dan memaksa pemerintah setempat mengevakuasi ribuan orang dari Delta Mekong. Namun, intensitas siklon kemarin akhirnya turun menjadi depresi tropis sebelum kemudian lenyap.

Depresi tropis merupakan angin di atas permukaan dengan kecepatan 37-63 km per jam (20-34 knot). Ia tidak memiliki 'mata' dan tidak berpilin. Jika kecepatan angin melampaui 118 km per jam (di atas 64 knot), ia disebut siklon tropis. (Dhk/AFP/S-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya