Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KINERJA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sepanjang 2017 dinilai sangat baik, antara lain karena turunnya titik api akibat kebakaran hutan dan lahan secara signifikan.
Penilaian tersebut disampaikan pegiat lingkungan hidup yang juga Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad dan Guru Besar Institut Pertanian Bogor Profesor Bambang Hero secara terpisah di Jakarta, kemarin.
Chalid Muhammad mengatakan, secara objektif dirinya melihat bahwa capaian KLHK selama 2017 dan juga ketika Kabinet Kerja mulai bekerja akhir 2014 memperlihatkan trennya cukup baik. "Jika melihat dari satu aspek saja, yakni kebakaran hutan, kita bisa membandingkan angka yang mencolok. Titik kebakaran hutan selama 2016-2017 turun drastis sebanyak 90% dari tahun sebelumnya, 2015-2016," katanya.
Selain itu, tambahnya, pemanfaatan hutan untuk rakyat yang sebelumnya sulit dilaksanakan, di masa Menteri Siti Nurbaya bisa direalisasikan dengan penerapan konsep hutan sosial atau hutan untuk masyarakat. Dalam konsep itu rakyat boleh memanfaatkan hutan dan pada saat bersamaan rakyat juga dididik untuk bisa melindungi hutan sebagai sumber kehidupan.
"Untuk saat ini baru tercapai sekitar 2 juta hektare dari target Kementerian LHK 12,7 hektare. Konsep hutan sosial ini harus kita dukung agar keadilan dalam pemanfaatan hutan bisa dicapai," ujar Chalid.
Penegasan senada dikemukakan Profesor Bambang Hero yang mengatakan jumlah kejadian dan luas kebakaran hutan dan lahan pada 2016 dan 2017 turun sangat signifikan jika dibandingkan dengan di 2015.
Kualitas penanganan juga tampak lebih baik, ditambah lagi pada penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya diterapkan sanksi pidana dan perdata, tetapi juga sanksi administrasi.
Namun, kata dia, ada beberapa lokasi kebakaran yang potensial tahun ini yang menyumbangkan titik api atau hotspot cukup signifikan, seperti di NTT, Papua, dan Sulawesi yang juga menuntut perhatian serius. Harapannya semoga KLHK tidak terlelap dengan keberhasilan itu, tetapi seharusnya menjadi cambuk untuk lebih baik lagi dengan mengedepankan tindakan pencegahan lebih dominan.
Perlu dukungan
Dalam kaitan itu, baik Chalid Muhammad maupun Bambang Hero mengungkapkan koreksi oleh KLHK atas kesalahan pengelolaan hutan selama ini dilawan para perusak hutan dan juga kekuatan politik yang selama ini mendapat keuntungan dari pelaku kebakaran kehutanan.
"Karena itu, perlu dukungan kuat dari semua pihak agar Menteri LHK tidak surut untuk melakukan koreksi kesalahan masa lalu itu," kata Bambang.
Bahkan, Chalid berharap Presiden Joko Widodo mendukung secara sungguh-sungguh. Ia juga meminta Presiden untuk mengingatkan menteri-menteri di kabinet yang didekati para raksasa kehutanan yang selama ini tak nyaman dikoreksi Kementerian LHK.
"Saatnya Presiden Jokowi menunjukkan sikap dan komitmen tegasnya atas pengelolaan kehutanan dengan mengeluarkan inpres sehingga apa yang dikerjakan Menteri LHK lebih kuat dan yang tak kalah penting mengingatkan para menteri yang dekat dan dilobi para pengusaha hutan raksasa dan mengganggu apa yang kini tengah ditata Kementerian LHK," katanya. (Ant/S-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved