Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

PBNU Tepis Tudingan Dikaitkan Batalnya Ceramah Ustaz Somad Di Hongkong

MICOM
26/12/2017 17:24
PBNU Tepis Tudingan Dikaitkan Batalnya Ceramah Ustaz Somad Di Hongkong
(Ist)

KETUA Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dideportasinya ustaz Abdul Somad dari Hongkong saat akan bercermah atas undangan warga Indonesia di Hongkong. Terhadap tuduhan itu, Ketua PBNU Robikin Emhas menepis tegas.

"Saya tegaskan itu fitnah yang keji. Tak mungkin KH Said Aqil Siroj melakukan tindakan itu," kata Robikin dalam pernyataan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (26/12).

Robikin berharap peristiwa batalnya Ustaz Abdul Somad berceramah di Hongkong tidak "digoreng" dengan melempar fitnah ke sana kemari, termasuk fitnah seakan KH Said Aqil Siroj ikut andil dalam peristiwa itu sebagaimana fitnah yang beredar di medsos.

"Semua tahu KH Said Aqil Siroj adalah tokoh yang selalu mengajarkan bahwa amar maruf harus dilakukan dengan cara yang maruf. Begitu juga nahi munkar harus dilakukan dengan cara yang maruf pula. Suatu metode dakwah yang dijunjung tinggi di kalangan NU," katanya.

Robikin pun menyesalkan Abdul Somad, ustadz yang sedang naik daun, gagal berceramah di Hongkong. Namun, lanjut dia, apa boleh buat itu sepenuhnya kewenangan pemerintah setempat.

"Mungkin tindakan pemerintah setempat merupakan bentuk proteksi atas warga negaranya sesuai sistem politik dan kebudayaan yang dianutnya. Kita ambil hikmahnya," katanya.

Robikin menambahkan, patut disyukuri kegiatan keagamaan serupa dengan
menampilkan penceramah Ustadz Anwar Zahid, tetap berlangsung sebagaimana
mestinya.

Sebelumnya beredar di media sosial sebuah postingan yang menyebut penolakan
Abdul Somad di Hongkong merupakan pesanan Menko Maritim Luhut Binsar
Panjaitan yang diteruskan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan memerintahkan kader NU-Kepala BNP2TKI Nusron Wahid-menghubungi imigrasi
Hongkong untuk menolak Abdul Somad.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya