Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) kembali menggelar pertemuan Diaspora Indonesia di Tanah Air melalui program World Class Professor (WCP). Saat ini tercatat ada 104 profesor yang mengajar dan berkarier di berbagai negara. Mereka akan mengikuti program Diaspora Indonesia 2017.
"Kami undang para profesor tersebut berkunjung ke kampus-kampus melalui program World Class Professor. Mereka mengajar dan memaparkan pengalaman berkarier sebagai diaspora di luar negeri ," kata Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemenristek-Dikti Ali Ghufron Mukti pada Talkshow Figur Ilmuwan Muda & Sumbangsihnya bagi Bangsa, di Jakarta, kemarin.
Ghufron yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan program diaspora pulang kampung bertujuan berbagi ilmu pengetahuan, mengembangkan penelitian dan publikasi internasional, serta berbagi pengalaman berkarier sebagai diaspora .
Ia berharap dengan WCP tercipta kerja sama dan kolaborasi antarperguruan tinggi di Indonesia dengan perguruan tinggi di luar negeri, termasuk para profesornya. Misalnya menyusun proposal bersama, menyusun draf penelitian bersama, kerja sama degree programme, pertukaran dosen atau mahasiswa, kerja sama inovasi, bahkan dalam rangka mematenkan produk.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi amat besar menjadi negara maju. Jumlah penduduk yang besar, wilayah yang luas, sumber daya alam yang kaya, dan jumlah perguruan tinggi yang banyak menjadi potensi yang bisa dikembangkan. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah-langkah strategis agar Indonesia bisa mengalami lompatan besar dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Sumbangsih Diaspora Indonesia penting dan strategis dalam berkontribusi memajukan iptek bagi bangsa," tuturnya.
Dr Rino Mukti, 40, dosen ITB yang sempat berkarier di Jepang dan Jerman dengan penghasilan tinggi, mengaku ia kembali ke Indonesia karena dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya ingin berkontribusi bagi dunia pendidikan di Tanah Air. (Bay/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved