Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Islam Internasional Indonesia (UIII) segera hadir di Kota Depok.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kampus berlevel dunia tersebut.
"Presiden Joko Widodo yang akan melakukan peletakan batu pertama (Pembangunan Kampus UIII), Kamis (21/12)," ungkap Wakapolri Komjen Syafruddin di sela acara peninjauan persiapan peletakan batu pertama Kampus UIII, Minggu (17/12).
Disebutkan, pembangunan kampus UIII di lokasi milik Radio Republik Indonesia (RRI) di Kelurahan Cisalak, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Sukma Jaya, Kota Depok itu telah diplot dalam anggaran APBN Kementeraian Agama.
"Biaya pembangunannya diambil dari APBN Kementerian Agama sebesar Rp400 miliar," ujarnya.
Ia menjelaskan, kampus UIII akan dibangun tiga lantai di atas lahan yang cukup luas, 142 hektare.
Desain kampus UIII akan memiliki sarana dan infrastruktur yang modern dan futuristik, dengan fasilitas teknologi dan lingkungan yang hijau disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.
Lokasinya, lanjut Syafruddin, cukup strategis karena relatif dekat dengan Jakarta dan Bogor.
Lokasi Kampus juga sangat dekat dengan Jalan Tol Cijago, Jalan Raya Bogor, Cimanggis.
"Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian UIII sudah ditandatangan Presiden. Dan diharapkan akhir 2019, Kampus UIII tersebut sudah mulai melakukan kegi-atan," imbuhnya.
Nantinya, kampus itu mencakup apartemen mahasiswa, apartemen dosen, Gedung Rektorat dan Gedung Administrasi, serta tiga lantai gedung perkuliahan mahasiswa S-2 dan S-3 untuk enam fakultas.
Antara lain fakultas ilmu politik, filsafat, dan sejarah.
"Lahan untuk apartemen, gedung rek-torat, administrasi nantinya dibangun di atas lahan 20 hektare. Sisa lahan seluas 124 hektare dijadikan kawasan hijau,"
Tokoh intelektual muslim, Komaruddin Hidayat, yang ikut memantau areal Kampus UIII dan mendampingi Wakapolri, mengatakan Indonesia ke depan diharapkan dapat menjadi contoh negara dengan pluralisme dan toleransi yang baik, tempat orang-orang dari seluruh penjuru dunia belajar tentang Islam yang moderat.
"Kampus ini disiapkan untuk pemikir dan intelektual Islam yang mendunia, makanya hanya untuk S2 dan S3,," katanya (KG/H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved