Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Soal Isian UN agar Lebih Bernalar

Syarief Oebaidillah
19/12/2017 12:52
Soal Isian UN agar Lebih Bernalar
(ANTARA/SAHRUL MANDA TIKUPADANG)

PERUBAHAN skema akan terjadi pada saat pelaksanaan ujian nasional (UN) 2018.

Bakal terdapat isian singkat untuk mata pelajaran matematika.

Itu berlaku bagi siswa SMA dan SMP.

Soal isian itu bertujuan peserta didik atau siswa dapat berpikir lebih bernalar.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno di Jakarta, kemarin.

Menurut Totok, percobaan awal soal isian singkat untuk matematika disebabkan peladen (server) yang siap baru mendeteksi mata pelajaran tersebut.

Namun, pihaknya akan mengupayakan peningkatan di tahun berikutnya untuk mengubah pola ujian berbasis pilihan ganda.

"Mungkin baru akan 10 soal isian singkat. Namun, ini bukan esai. Bobot nilai masih belum diputuskan," ungkapnya.

Totok mengingatkan UN bukan merupakan satu-satunya cara dalam mengukur mutu.

Pasalnya capaian pendidikan tiap daerah berbeda.

Karena itu, pemerintah juga melakukan peningkatan mutu melalui ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Dalam USBN Kemendikbud menyiapkan 25 jangkar soal USBN.

Sisanya dikem-bangkan kelompok kerja guru (KKG) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam menyusun soal USBN.

Totok mengutarakan para guru itu dilatih sebelum mengembangkan soal. khusus USBN ada soal esai.

"Untuk USBN akan ada soal berbentuk esai sekitar 10%," ungkapnya.

Melalui soal esai itu, kata Totok, para siswa tidak sekadar mencari solusi pendek, tetapi juga melatih penalaran.

Beban siswa

Kepala Bidang Penilaian Nonakademik Puspendik Kemendikbud Giri S Hamiseno menambahkan, soal-soal yang akan tertuang dalam naskah soal UN 2018 khusus ujian nasional berbasis komputer (UNBK) ialah soal pilihan ganda dan isian singkat.

Giri menjelaskan keputusan Kemendikbud melakukan penambahan soal isian singkat bertujuan mengetahui tingkat pemahaman siswa.

Hanya saja, saat ini konsep masih tahap awal dan sementara hanya untuk jenjang SMA dan sederajat.

Dijelaskan, Kemendikbud memilih penambahan soal model isian singkat karena tidak ingin terlalu membebani siswa dengan soal yang membutuhkan jawaban uraian terlalu panjang.

"Kenapa dipilih model soal isian singkat? Karena kita pun belum yakin apakah siswa mampu mengetik jawaban yang terlalu panjang. Kalau soalnya model uraian, pastinya membutuhkan jawaban penjelasan yang panjang dan waktunya dikhawatirkan tidak akan cukup," tuturnya.

Lebih lanjut Giri mengemukakan kesiapan pelaksanaan UN 2018 sudah dalam tahap simulasi UNBK. Hasilnya cukup memuaskan meski ada sekolah di beberapa wilayah yang belum bisa menggelar UNBK.

"Kalimantan Timur targetnya hampir 100% menggelar UNBK. Tapi, ada kendala di daerah Mahakam Ulu. Saya belum dapat konfirmasi yang lengkap dari mereka. Tapi informasi sementara, mereka terkendala listrik dan internet," ujarnya. Jika kendala pada jaringan internet, Kemendikbud akan siap membantu secara teknis.

Saat ini, dalam proses pendataan sekolah-sekolah yang akan menggelar UNBK dan sekolah yang akan menumpang di sekolah lain.

"Kami masih data semuanya dan akhir Desember ini dipastikan rampung. Simulasi dilakukan bertahap di beberapa daerah," pungkasnya. (H-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya