Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ulat Bulu tidak Sebabkan Kematian

18/12/2017 10:35
Ulat Bulu tidak Sebabkan Kematian
(MI/BAGUS SURYO)

PENELITI Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hari Sutrisno mengatakan dalam kondisi normal bisa dari ulat bulu tidak akan menyebabkan kematian pada manusia.

"Belum ada laporan serangan ulat bulu api yang menyebabkan kematian," kata Hari di Jakarta, Jumat (15/12).

Berbeda jika orang yang terkena bisa ulat bulu tersebut memang memiliki alergi terhadap histamina, suatu zat yang memang dihasilkan spesies ulat bulu tertentu.

"Alergi ini yang bisa mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani."

Penjelasan itu sekaligus menjawab informasi di masyarakat yang belum lama ini beredar.

Disebutkan, ada sejenis binatang ulat bulu yang mematikan.

Seseorang yang digigit atau kontak langsung dengan binatang itu dalam waktu 4 jam akan meninggal.

Lebih lanjut, Hari menjelaskan ulat beracun ialah ulat yang mempunyai satu atau lebih kelenjar racun serta alat untuk menginjeksi (menyuntikkan) racun.

Secara garis besar, ulat beracun dikelompokkan ke dua kelompok, yaitu beracun aktif dan beracun pasif.

Yang dimaksud dengan beracun pasif ialah ulat mempunyai kelenjar dan saluran racun, tetapi tidak mempunyai alat untuk menyuntikkan racun itu.

Misalnya pada larva ngengat Arctiidae.

Burung akan mati bila memakan ulat itu.

"Adapun kelompok yang beracun aktif, selain mempunyai kelenjar racun, juga dilengkapi alat untuk memasukkan racun ke tubuh lawan atau binatang lain, misalnya ulat Limacodidae," jelas Hari yang juga merupakan Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI.

Karakteristik ulat beracun, lanjut Hari, memiliki bulu atau duri. Bentuk bulu dan duri itu beragam. Bulu dan duri tersebut menjadi alat untuk menghantarkan racun kepada lawan.

Bila sudah tergigit atau kontak langsung dengan ulat beracun, orang itu disarankan untuk segera melakukan penanganan awal.

Penanganan bagi orang yang mengalami sengatan bulu ulat ialah pengompresan dengan larutan alkalin, amonia cair, dan soda bikarbonat, serta krim mengandung antihistamina.

"Pada keadaan yang sangat serius diperlukan obat antihistamina oral. Pemberian 10% kalsium glukonat diberikan secara intravena (infus) juga sangat membantu dan sebaiknya segera hubungi dokter," kata Hari. (*/Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya