Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Orang Sehat pun Bisa Tularkan Difteri

13/12/2017 09:44
Orang Sehat pun Bisa Tularkan Difteri
(ANTARA/WIDODO S JUSUF)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan pembawa (carrier) bakteri penyebab difteri bisa saja tetap dalam kondisi sehat. Namun, ia berpotensi menyebarkan bakteri tersebut kepada orang lain, terutama balita yang daya tahannya lemah.

"Carrier bisa beredar di mana-mana. Dia tidak sakit, tetapi bisa menularkan," kata Ketua Umum IDAI dr Aman B Pulungan SpA ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, ujarnya, satu-satunya cara mencegah penularan difteri ialah dengan imunisasi. Anak yang sudah mendapatkan imunisasi difteri lengkap pun setelah dewasa masih perlu diimunisasi setiap 10 tahun sekali.

Imunisasi difteri, ujarnya, dimulai pada anak usia kurang dari setahun, dilakukan tiga kali. Anak usia setahun hingga lima tahun harus mendapat imunisasi ulangan sebanyak dua kali.

Ia juga mengatakan anak usia sekolah harus mendapatkan imunisasi difteri melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Siswa sekolah dasar mendapatkan imunisasi saat kelas I, II, III, atau V.

Aman menjelaskan, difteri sangat mudah menular melalui udara, yaitu lewat napas atau batuk penderita. Karena itu, penderita difteri yang dirawat di rumah sakit biasanya diisolasi dan tidak boleh dikunjungi untuk mencegah penularan.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae dan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Difteri memiliki masa inkubasi dua hari hingga lima hari dan akan menular selama dua minggu hingga empat minggu.

Gejala awal difteri bisa tidak spesifik seperti demam tidak tinggi, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan, nyeri tenggorok, dan cairan hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah. Namun, difteri memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorok atau hidung, dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut dengan bull neck.

Di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, pasien berusia 16 tahun asal Bantul, sejak Minggu (10/12) dirawat di ruang isolasi. Dr Ida Safitri SpA yang merawat pasien itu mengatakan, saat datang, pasien memenuhi kriteria gejala sebagai suspect.

Dua warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, juga diisolasi di RSUD karena diduga tertular difteri. (AU/BB/Ant/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya