Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Guru-Orang Tua Bersatu Tangkal Radikalisme

Puput Mutiara
23/11/2017 13:14
Guru-Orang Tua Bersatu Tangkal Radikalisme
(Ilustrasi)

DUNIA pendidikan di Tanah Air hingga kini masih dihinggapi berbagai persoalan, salah satunya radikalisme. Sejumlah paham radikal, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri konon mulai masuk dan mendoktrin generasi muda dari lingkungan sekolah.

Padahal idealnya, institusi atau lembaga pendidikan harus dapat menjadi benteng kokoh dalam menangkal radikalisme. Apalagi terdapat guru yang notabene memiliki peran penting bukan hanya sebagai pengajar namun juga pendidik bagi para siswa.

Guru Produktif Teknik Pendingin dan Tata Udara SMKN 29 Jakarta Penerbangan Lia Amalia menganggap secara umum guru telah menjalankan perannya dengan baik di sekolah. Hanya, perlu ada sinergi yang juga melibatkan peran orang tua terutama dalam mendidik anak di rumah.

"Tetap harus ada kerjasama antara guru dan orang tua dalam mengontrol perilaku anak. Karena tanpa kita sadari, pengaruh radikalisme juga bisa datang dari teman bermain atau lingkungan tempat tinggal," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (22/11).

Ia pun menilai bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari keberhasilan guru dalam menanamkan nilai-nilai moral yang baik sebagai pondasi menangkal radikalisme. Tidak cukup mengandalkan sarana dan prasarana yang memang belum sepenuhnya memadai di sekolah.

Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah MTs Daar El Khairat, Serang, Banten, Yulyasari. Guru dan orang tua mestinya sadar akan peran masing-masing apalagi di tengah arus globalisasi yang sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap pola pikir dan perilaku anak.

"Dunia pendidikan kita sudah semakin berat tantangannya dan kalau kita lihat perubahan yang paling terasa ialah moral siswa. Sehingga kalau mau membentengi mereka dari pengaruh-pengaruh paham radikalisme, itu dulu yang harus kita diperbaiki," ucapnya.

Pendidikan karakter

Pengurus Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Mansur menekankan pendidikan karakter adalah kunci utama dalam upaya menangkal radikalisme. Guru sebagai garda terdepan di sekolah sepatutnya membekali siswa dengan akhlak yang baik.

Hal itu dirasa penting sebab karakter anak dengan sendirinya akan terlihat dari perilaku atau akhlak sehari-hari. Pun agar tidak mudah dirasuki oleh paham-paham radikal, kekuatan mental juga perlu dibangun sejak dini melalui pendidikan karakter.

"Satu hal penting untuk dipahami bahwa seorang guru harus tahu karakter bangsa seperti apa yang ingin ditanamkan kepada para siswa. Tentu, sejalan dengan spirit dan cita-cita dari perjuangan para pendahulu," ungkapnya.

Adapun esensi perjuangan di masa lampau ialah menginginkan pendidikan di Tanah Air terus berkembang. Hal tersebut sebagaimana tercermin dalam Nawacita Presiden Joko Widodo yang menekankan pendidikan karakter sebagai bagian dari revolusi mental.

"Tantangannya ialah bagaimana para guru itu bisa memberi contoh karakter yang baik, salah satunya dengan tidak berperilaku dan berpikir secara radikal," tukas Mansur. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya