Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERDAYAAN masyarakat melalui pembentukan Desa Berdaya menjadi fokus utama penyaluran dana sosial yang dihimpun oleh Rumah Zakat. Melalui Desa Berdaya yang sudah dirintis sejak 2014 silam, Rumah Zakat mengoptimalkan program 4 rumpun senyum yang menjadi andalannya.
Media Community Relations Rumah Zakat, Yadi Mulyadi menjelaskan empat rumpun senyum tersebuf ialah Senyum Sehat di bidang kesehatan, Senyum Juara di bidang pendidikan, Senyum Mandiri di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan Senyum Lestari di bidang lingkungan.
"Saat ini sudah ada 677 Desa Berdaya yang berdiri sejak bulan Juni, masih ada pekerjaan rumah sekitar 300-400 Desa Berdaya lagi yang perlu kita dirikan untuk mencapai target 1.081 Desa Berdaya sampai akhir tahun ini," kata Yadi saat berkunjung ke kantor Media Grup di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Jakarta, Selasa (21/11)
Untuk mengoptimalkan Desa Berdaya yang ditargetkan sampai 14 ribu Desa Berdaya pada 2025 mendatang, Yadi mengatakan, pihaknya melibatkan masyarakat lokal sebagai relawan inspirasi untuk desa yang berada di lokasi terpencil. Karena itu, secara berkala Rumah Zakat menyelenggarakan pelatihan untuk relawan inspirasi.
"Untuk tempat yang mudah dijangkau, kita tempatkan satu orang fasilitator. Tugas mereka selain membantu penyaluran donasi dari Rumah Zakat lewat 4 rumpun senyum tersebut. Mereka juga menyerap aspirasi masyarakat apa yang cocok dikembangkan di daerah tersebut," ujar Yadi.
Di sisi lain, Rumah Zakat terus berupaya meningkatkan penerima layanan manfaat dari 4 rumpun senyum yang menjadi program andalannya. Hingga September 2017 tercatat sudah 272.545 penerima manfaat dari 4 rumpun senyum tersebut. Angka tersebut terdiri dari 128.598 penerima manfaat Senyum Sehat, 60.916 penerima manfaat Senyun Mandiri, 84.045 penerima manfaat Senyum Juara, dab 1.858 penerima manfaat Senyum Lestari. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved