Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Indonesia Harus Kuasai Teknologi

Indriyani Astuti
23/10/2017 07:24
Indonesia Harus Kuasai Teknologi
(ANTARA/ISMAR PATRIZKI)

SESUAI dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksa­an, rencana pembangunan sta­siun peluncuran satelit di Indonesia akan dibahas le­bih lanjut oleh Lembaga Pe­nerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Jasyanto, Kepala Bagian Hu­bungan Masyarakat Lapan dalam keterangan tertulis, kemarin, mengatakan Indonesia sebagai negara berkembang dengan wilayah yang sangat luas sudah saatnya mempercepat penguasaan teknologi di bidang keantariksaan demi mendukung kemandirian bangsa di sektor-sektor strate­gis lainnya.

Untuk itu, ujarnya, Lapan mencoba membahas lebih lanjut langkah-langkah yang harus diambil untuk mempercepat kemandirian bangsa seperti yang diamanatkan UU dengan melaksanakan renca­na pembangunan stasiun peluncur satelit.

Pembahasan akan dilakukan dalam seminar nasional Kebijakan dan Regulasi Kegiatan Penerbangan dan Antariksa Menuju Kemandirian Nasional pada 25 Oktober 2017, di Jakarta.

Tidak hanya mematangkan rencana pembangunan stasiun peluncuran satelit, katanya, pembahasan juga akan dilakukan untuk menjelaskan kontribusi keantariksaan di sektor ekonomi, pengembangan satelit dan roket, ser­ta teknologi penerbangan di Indonesia.

Dalam UU Keantariksaan pa­da Pasal 7 ayat 1 huruf d m­e­nyebutkan salah satu kegiatan keantariksaan meliputi peluncuran.

Pada Pasal 34 ayat 1 disebutkan bah­wa peluncuran wahana an­tariksa sebagaimana di­mak­sud Pasal 7 ayat 1 huruf d adalah dilakukan oleh lembaga di wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik In­donesia (NKRI), wilayah yurisdiksi NKRI, kapal atau pe­­sawat udara yang berben­dera Indonesia dan atau ka­­pal atau pesawat udara asing yang berada di wilayah kedaulatan atau wilayah yu­risdiksi NKRI.

Kerja sama
Sebelumnya, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menga­takan perencanaan lebih de­tail pembangunan stasiun peluncuran satelit ini sedang dilakukan, termasuk mem­per­timbangkan kerja sama de­ngan negara lain dalam pengerjaannya mengingat dana yang dibutuhkan sangat besar, rumit, dan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang sudah lebih berpengalaman.

Pertimbangan untuk melibatkan negara lain, menurut dia, agar Indonesia bisa lebih cepat memiliki stasiun peluncur satelit sendiri. Selain juga dengan kerja sama, artinya sta­siun tersebut akan bisa le­bih efisien dimanfaatkan dan tidak hanya menunggu program-program Indonesia, tetapi juga dapat dilakukan negara mitra.

Beberapa negara yang sudah menyatakan ketertarik­annya untuk ikut membangun stasiun peluncuran wahana antariksa di Indonesia, menurut dia, ialah Tiongkok dan Korea Selatan. Meski de­mikian, selain dua negara tersebut Indonesia juga akan menjajaki terlebih dulu negara-negara lainnya termasuk Jepang dan India.

Thomas mengatakan ajak­an-ajakan untuk peneliti dan ilmuwan Indonesia untuk mengeksplorasi antariksa juga sudah berdatangan. Tidak menutup kemungkinan jika sudah memiliki stasiun peluncur satelit sendiri akan ada misi luar angkasa bersama untuk mengeksplorasi planet-planet lain. (Ant/H-5)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya