Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM catatan FAO, dari 723 juta orang yang menderita kelaparan kronis, sekitar 490 juta tinggal di kawasan Asia Pasifik. Tidak berlebihan apabila kawasan Asia Pasifik dikatakan sebagau tempat tinggal bagi sebagian besar orang-orang kurang gizi di dunia.
Sebagai wilayah terpadat di dunia, negara-negara di Asia Pasifik selain berjuang memerangi kekurangan gizi bagi penduduk, harus mengatasi deforestasi hutan, polusi udara, dan meningkatnya emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, mewujudkan sistem pangan berkelanjutan menjadi kebutuhan yang tidak terhindarkan untuk mencapai tujuan bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Apalagi, pada 2050 dunia akan menghadapi tantangan mendasar terkait dengan keberlanjutan penyediaan makanan sehat bagi sekitar 9 miliar penduduk.
Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, lebih melihat dampak penyediaan pangan tersebut dari sisi kesehatan. “Pangan itu, selain terkait faktor ekonomi juga kesehatan. Tanggung jawab dari sisi kesehatan cukup berat,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, kemarin.
Karena melihat pesatnya pembangunan di Asia Pasifik yang berdampak pada ketahanan pangan itu, pemerintah akan menggelar Asia Pacific Food Forum (APFF) di Jakarta pada 30-31 Oktober. Forum ini, lanjut Menteri Nila, bertujuan menciptakan kesempatan mobilisasi pemimpin dan pemerintah, dunia bisnis, akademisi, dan masyarakat sipil untuk menghadapi tantangan dalam mengatasi kekurangan gizi serta ketahanan pangan.
“Selama ini kalau kita bicara ketahanan pangan selalu terbayang makanan yang terbuang. Sisi malanutrisi tidak terpikirkan. Kami akan menyuarakan hal ini dalam forum itu nanti,” ujar Menkes.
Ia mengungkapkan prevalensi kasus penduduk yang mengalami gizi kurang di Indonesia mencapai sekitar 17,8%. Sementara itu, penduduk yang mengalami stunting sekitar 27,5% pada 2016. Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemenkes Acep Somantri menambahkan APFF 2017 diperkirakan diikuti 500 peserta dari negara-negara Asia Pasifik. (Ten/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved