Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Intan Ahmad akan mengawal program doktor dan pemilihan rektor (pilrek) di kampus tersebut. Intan ditunjuk menggantikan Djaali sebagai pelaksana harian (Plh) Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
“Saya mendapat dua tugas utama dari bapak Menristek Dikti Mohamad Nasir guna mengatasi permasalahan di UNJ yakni menyelesaikan program doktoral (S3) agar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan permasalahan lain di lingkungan UNJ,’’ papar Intan Ahmad seusai bertemu Senat UNJ kepada wartawan di kampus UNJ, Jakarta, kemarin.
Intan menambahkan dalam pertemuan dan rapat senat UNJ terdapat tiga fokus utama yaitu 3R. Pertama, recovery yakni mengembalikan UNJ ke situasi normal. Kedua, reformasi program pascasarjana. Ketiga, rekonsiliasi.
Seperti diketahui, Menristek Nasir mencopot Djaali dari jabatan Rektor UNJ pada 25 September. Pencopotan ini diduga buntut dari dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta plagiarisme saat Djaali menjabat rektor.
Dalam kesempatan itu, dua wakil rektor UNJ, Wakil Rektor II Bidang Umum Komarudin dan Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Achmad Ridwan menyatakan pentingnya rekonsiliasi berbagai pihak di UNJ.
“Rekonsiliasi dilakukan dengan kalangan yang bersuara kritis terhadap kondisi UNJ. Kita juga akan dialog dengan seluruh elemen keluarga besar UNJ,” kata Komarudin.
Ditambahkan Komarudin, di akhir November akan dibentuk tim Pilrek UNJ yang mengacu pada PermenristekDikti No 19 Tahun 2017. “Peraturan ini firm tidak boleh dikurangi dan juga tidak boleh ditambah.’’
Terkait pembenahan program S3, Achmad Ridwan menambahkan untuk sementara program doktor di UNJ tidak akan dibuka.
Soal gelar doktor yang sudah diberikan apakah akan dicabut terkait kasus plagiarisme, Ridwan menyatakan pihaknya tidak dapat menanggapi hal itu karena masih dalam penyelidikan dari tim independen. (Bay/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved