Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mekah dan Madinah Diperluas

03/10/2017 08:18
Mekah dan Madinah Diperluas
(MI/SISWANTINI SURYANDARI)

PEMERINTAH Arab Saudi sangat fokus pada pelayanan ha­ji dan umrah. Anggaran be­lanja ‘Negeri Petro Dolar’ itu sebagian besar dialokasikan untuk pelayanan haji dan umrah.

Mekah dan Madinah merupakan dua kota suci yang men­ja­di fokus utama Arab Saudi. “Mekah dan Madinah menjadi proyek besar Arab Saudi hingga 2030 untuk meningkatkan pelayanan haji dan umrah,” ujar Rektor Universitas Taibah Abdul Aziz bin Qublan Asha­roni saat menjamu Kepala Pa­nitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo, bersama dengan rombongan Media Center Haji Madinah, kemarin.

Rencananya, lanjut Abdul, pemerintah Arab Saudi akan me­lakukan perluasan wilayah di dua kota itu secara be­sar-besaran sehingga bisa me­nampung jemaah haji lebih dari tiga juta orang.

Ia menambahkan, pelayan­an haji dan umrah sangat kru­sial sehingga tidak bisa hanya ditangani perorangan. Universitas Taibah sebagai kam­pus terbesar di Madinah ikut menyumbangkan kajian atau penelitian untuk meningkatkan pelayanan haji.

“Kami melakukan kajian un­tuk pelayanan haji, baik untuk layanan hotel, akomodasi, dan pelayanan untuk jemaah yang akan ziarah, khususnya di Madinah,” katanya seperti dilaporkan wartawati Media Indonesia Siswantini Suryandari dari Madinah.

Kampus Taibah pun menye­diakan sukarelawan dan pe­latihan untuk perawat yang khusus melayani jemaah haji. Apalagi, kampus itu dikenal sebagai kampus kedokteran, farmasi, dan keperawatan ter­besar di Madinah.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasinya pada jemaah asal Indonesia.

“Melihat jemaah haji Indonesia seperti melihat wajah Islam. Akhlaknya baik. Jemaah Indonesia dipandang indah oleh warga Arab Saudi.”

Pada kesempatan sama, Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo, mengatakan ibadah haji mempererat hubungan Indonesia dengan Arab Saudi.

“Semoga ke depan pelayanan haji makin meningkat. Juga layanan ziarah bisa diperluas. Masih banyak tempat berseja­rah yang belum diketahui je­maah,” ujar Amin. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya