Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pancaroba, Cegah Dehidrasi

03/10/2017 08:00
Pancaroba, Cegah Dehidrasi
(THINKSTOCK)

CUACA yang berubah-ubah saat peralihan musim seperti saat ini berpotensi menurunkan daya tahan. Tubuh pun rentan mengalami berbagai gangguan. Flu menjadi salah satu penyakit yang paling sering menyerang. Kurangnya asupan cairan akan memperparah kondisi tersebut.

“Hidrasi (kecukupan cairan) yang baik meningkatkan imunitas dan metabolisme tubuh. Semua bagian tubuh akan mengalami dampak positif bila terhidrasi dengan baik,” ujar dokter spesialis penyakit dalam, Laurentius Aswin, dalam diskusi bertajuk Cegah Panas Dalam di Musim Pancaroba yang diselenggarakan Larutan Cap Kaki Tiga di Jakarta, kemarin.

Aswin mengatakan, saat pancaroba suhu lingkungan kerap berubah-ubah secara ekstrem. Hal itu secara alami membuat daya tahan tubuh melemah. Selain itu, angin yang kerap berembus kencang membuat penyebaran kuman penyakit lebih cepat.

Dalam kondisi itu, tubuh memerlukan asupan cairan untuk membuat sistem imun membaik dan suhu tubuh menurun. Bila tidak, berbagai gejala akan muncul, seperti otot pegal, flu, kambuhnya asma, dan alergi.

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Kementerian Kesehatan dan Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (Perdoki) menyebutkan terdapat dua cara menghitung kebutuhan cairan tubuh harian, yaitu dengan mengetahui kebutuhan energi atau menggunakan berat badan.

Jika ditinjau dari berat badan, 10 kg pertama berat badan butuh 1 liter air dan 10 kg kedua membutuhkan 500 ml air. Sisanya, setiap kilogram berat badan membutuhkan 20 ml air.

Jadi, dapat dicontohkan, apabila seorang memiliki berat badan 60 kg, 10 kg pertama ia membutuhkan 1 liter air, 10 kg kedua 500 ml air, dan 40 kg membutuhkan 800 ml air. Jadi, kebutuhan air secara keseluruhan untuk orang dengan berat badan 60 kg ialah 2,3 liter per hari.

“Tapi sebenarnya tidak ada istilah kelebihan untuk asupan cairan bagi tubuh. Kecuali dia pasien gagal jantung dan gagal ginjal. Hanya dalam dua kondisi itu cairan perlu dibatasi,” kata Aswin.

Selain itu, lanjutnya, agar kondisi tubuh dapat diperkuat, sebagai langkah preventif, vaksinasi influenza dapat dilakukan. “Vaksin influenza bisa dilakukan sejak balita hingga lansia. Akan maksimal bila diulang setiap tahun,” ujar Aswin. (Pro/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya