Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CARANDIRU merupakan nama penjara di Sao Paulo, Brasil. Pembantaian yang terjadi di sana menjadi sejarah kelam pelanggaran hak asasi manusia di Brasil.
Peristiwa itu dipicu revolusi penyortiran di dalam penjara yang didalangi para napi. Ketika kericuhan penjara semakin sulit dikendalikan, polisi militer menyerbu Carandiru.
Hasilnya ialah 111 napi tewas, 102 di antaranya disebabkan tembakan senapan polisi militer dan 9 lainnya karena luka tusukan yang tampaknya disebabkan pergumulan para napi sendiri.
Sementara itu, tidak ada satu korban pun dari pihak polisi yang berjatuhan mengingat jumlah mereka yang mencapai 68 orang.
Pejabat yang berwenang, Ubiratan Guimaraes, pascakejadian, diberi hukuman 632 tahun penjara akibat penanganan yang sembrono.
Namun, pada 16 Februari 2006, ia dibebaskan setelah pengadilan menerima argumen Guimaraes bahwa ia hanya menjalankan perintah.
Itu sebuah keputusan yang mengundang banyak protes dari organisasi hak asasi manusia dan dianggap berkontribusi pada budaya kekebalan hukum terkait dengan kekejaman polisi di Brasil.
Guimaraes, yang kemudian menjadi anggota legislatif, dibunuh pada September 2006 dalam sebuah kejahatan yang tampaknya tidak berhubungan dengan apa yang terjadi di Carandiru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved