Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI badak jawa yang masih terancam membuat satwa tersebut memerlukan rumah kedua atau second habitat di luar Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Bila hal membahayakan terjadi di TNUK, badak jawa di tempat lain masih bisa selamat dan tidak langsung punah.
Kajian rumah kedua bagi badak jawa telah dilakukan di beberapa lokasi, yakni Cagar Alam Leuweung Sancang di Garut, Suaka Margasatwa Cikepuh di Sukabumi, Cagar Rawa Danau di Serang, Balai Kawasan Pemantapan Hutan (BKPH) Cikeusik di Sukabumi, dan BKPH Malingping di Lebak, Banten.
“Ada program second habitat badak jawa. Kami sedang kaji bersama dan melihat kemungkinan di Sukabumi yang paling prospek, yakni di Suaka Margasatwa Cikepuh. Karena luasnya cukup, keamanannya juga. Pakannya di sana juga cukup, sedang dikaji WWF, di sana harus aman akan ada satwa yang sangat karismatik dan penting,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno di TNUK, kemarin.
Hingga saat ini Taman Nasional Ujung Kulon merupakan satu-satunya habitat bagi populasi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di dunia. Targetnya meningkatkan populasi 25 jenis satwa terancam punah prioritas sebesar 10% dari baseline data 2013 atau 2% per tahun.
Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan menggunakan video trap, peningkatan jumlah individu rata-rata 5% per tahun. Sebanyak 13 individu badak jawa lahir dalam periode 2013-2017.
“Meski demikian, masih ada tantangan dalam upaya penyelamatan badak jawa, yaitu pengelolaan habitat dan kondisi genetik dari individu yang ada saat ini di Semenanjung Ujung Kulon,” kata Wiratno.
Di TNUK saat ini terdapat 67 badak jawa, dengan komposisi 37 badak jantan dan 30 betina. Ia juga mengungkapkan hasil monitoring menunjukkan beberapa badak mengalami kondisi cacat yang kemungkinan terjadi sejak lahir. Di antaranya, memiliki telinga terbelah atau ekor bengkok. Kelainan fisik tersebut diduga sebagai manifestasi adanya perkawinan sekerabat. (Pro/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved