Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Generasi Muda Diminta Aktif Gunakan dan Hargai Perangko

Bayu Anggoro
03/8/2017 14:46
Generasi Muda Diminta Aktif Gunakan dan Hargai Perangko
(ANTARA FOTO/Maulana Surya/)

GENERASI muda didorong untuk lebih aktif menggunakan perangko meski perkembangan teknologi komunikasi sudah semakin canggih. Keberadaan perangko saat ini dinilai masih tetap diperlukan.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara penggunaan benda pos ini (perangko) jangan hanya dilihat sebagai alat komunikasi karena sudah tersisihkan oleh kehadiran teknologi yang semakin canggih. Namun, kata dia, masyarakat khususnya generasi muda harus menjadikan perangko sebagai sarana untuk belajar dan menambah pengetahuan.

"Dorong generasi muda agar mengapresiasi perangko ini. Jangan hanya dilihat perangkonya, karena siapa yang mau kirim surat. Tapi value-nya," kata Rudi usai menghadiri Pameran Filateli Dunia 2017, di Bandung, Kamis (3/8).

Dia menyontohkan, generasi muda bisa belajar tentang berbagai sejarah dari dokumentasi yang termuat dalam perangko. Rudi menilai, peristiwa yang terangkum dalam benda pos ini belum tentu ada penjelasannya di buku ataupun media lainnya.

"Di sejarah mungkin tak ada bukunya penerbangan KNIL. Tapi dari seri perangko, bisa dilihat asal muasalnya dari Indonesia," katanya seraya menyebut perangko pun menjadi media untuk berdiplomasi dengan negara lain.

Rudi pun mengapresiasi gelaran ini sebagai sarana untuk mempererat komunikasi antarnegara. "Daripada bicara radikalisme, lebih baik bahas ini untuk perdamaian," katanya seraya menyebut acara ini difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) R Soeyono mengatakan, pameran ini menghadirkan ribuan perangko dari seluruh dunia baik yang terbitan lama hingga terbaru. Menurutnya, acara ini diikuti filatelis dari sekitar 60 negara yang bertujuan untuk membangkitkan kembali hobi tersebut di masyarakat. "Ini juga untuk meningkatkan persahabatan antar filatelis," ujarnya.

Dia mengatakan, acara ini semula dibuat untuk skala Asia Pasifik. Mengingat tingginya antusias peserta, konsep kegiatan pun diubah seiring semakin banyaknya negara asal peserta. "Kami bersyukur, mudah-mudahan ini pertanda perangko diperhatikan kembali," katanya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, digelarnya acara ini di Bandung sebagai suatu kehormatan bagi Jawa Barat. Dia berharap, pameran inipun mampu mengangkat nama Jawa Barat khususnya Bandung di tingkat dunia. "Harapannya Jawa Barat semakin dikenal di mata internasional," katanya di tempat yang sama.

Hal serupa diungkapkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang juga turut hadir dalam pembukaan pameran ini. Emil menyebut, Kota Bandung terpilih kedua kalinya untuk menjadi tuan rumah pameran filateli tingkat dunia. "Kami sangat terhormat karena Kota Bandung menjadi tuan rumah acara ini, sebelumnya pada tahun 1996," ucapnya.

Emil mengajak warganya untuk menggeluti filateli karena memiliki banyak manfaat. Selain untuk belajar, menurutnya perangko bisa digunakan untuk berinvestasi. "Koleksi filateli bisa bernilai tinggi. Jadi hobi ini unik, bisa jadi investasi," katanya.

Menurut Emil, terdapat satu perangko yang harganya menembus Rp13 miliar. "Makanya ini bisa untuk investasi," katanya seraya menyebut gelaran ini membuktikan Kota Bandung bisa menggelar acara tingkat dunia.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya