Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Naik, Publikasi Ilmiah Indonesia Lampaui Thailand

Antara
01/8/2017 08:19
Naik, Publikasi Ilmiah Indonesia Lampaui Thailand
(Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir -- Dok. MI/Atet Dwi Pramadia)

JUMLAH publikasi ilmiah internasional Indonesia yang terindeks global naik signifikan, per 31 Juli 2017 mencapai 9.349 dokumen melampaui Thailand yang mencapai 8.204 dokumen. Posisi Thailand tahun lalu masih di atas Indonesia.

"Tidak lama lagi publikasi ilmiah internasional Indonesia akan melampaui Singapura yang berada pada angka 10.977 publikasi," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Jakarta, Selasa (1/8).

Publikasi Ilmiah Internasional (terindeks global) merupakan salah satu tanda atau indikator kemajuan suatu bangsa selain jumlah kekayaan intelektual, dan tingkat kesiapan hasil teknologi (TRL). Jumlah publikasi ilmiah merupakan pertanda bergeraknya roda-roda penelitian sebagai motor bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi dari sebuah negara.

Nasir mengatakan capaian ini merupakan buah dari program dan kebijakan yang telah diterapkan Kemenristekdikti khususnya di dunia penelitian di perguruan tinggi dan juga lembaga penelitian. Salah satu kebijakan yang diharapkan dapat mendongkrak semangat melakukan penelitian dan publikasi ilmiah bagi dosen dan peneliti di Indonesia adalah dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor.

Permenristekdikti ini mengamanatkan bahwa publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator untuk melakukan evaluasi terhadap pemberian tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar. Selain itu Peraturan Menristekdikti Nomor 44 Tahun 2015, yang mendorong mahasiswa S2 dan S3 berpublikasi terindeks global, juga berperan mendorong laju publikasi dimaksud. Keberadaan SINTA (sinta.ristekdikti.go.id) pun ikut mendorong semaraknya publikasi dimaksud.

"Pada akhir 2017, target publikasi ilmiah internasional Indonesia jadi 15.000 publikasi," kata Menristekdikti.
Per 31 Juli 2017, pukul 18. 00 WIB, jumlah publikasi Indonesia di Scopus tercatat pada peringkat ketiga diantara negara-negara ASEAN, dengan urutan Malaysia mencapai 15.985 dokumen, Singapura mencapai 10.977 dokumen, Indonesia mencapai 9.349 dan Thailand 8.204 dokumen.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya