Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional mensinyalir ada 72 jaringan internasional yang aktif mengendalikan peredaran narkoba di Tanah Air. Jaringan tersebut berasal dari 11 negara dan umumnya memanfaatkan pelabuhan tikus (tidak resmi) yang dinilai minim pengawasan.
Penegasan itu disampaikan Kepala BNN Komjen Budi Waseso usai menjadi pembicara pada acara Mukernas II dan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP se-Indonesia, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis (20/7).
Dalam diskusi bertajuk Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Peredaran Narkoba di Indonesia, Buwas sapaan Budi Waseso, tidak menampik bahwa saat ini Indonesia menjadi pasar terbesar di dunia. "Hal itu karena narkoba jenis apa pun ada di Indonesia dan semua terserap," katanya.
Namun, Buwas mengaku tidak bisa mendeteksi siapa saja sindikat internasional yang "bermain" serta mengatur peredaran narkoba. Ia berharap dapat menemukan benang merah dengan pengungkapan sejumlah kasus serupa, meski dalam realitasnya jaringan itu selalu menerapkan sistem terputus.
Menurut dia, mulusnya distribusi narkoba yang dikendalikan oleh puluhan jaringan itu lantaran BNN mengalami keterbatasan dalam hal teknologi dan kemampuan SDM. Bahkan, keterlibatan kaki tangan sindikat yang mendekam di sejumlah lapas pun ikut menjadi beban tersendiri.
"Sehingga kita tidak bisa memetakan secara utuh siapa saja jaringan itu. Nanti baru bisa diketahui kalau ada pengungkapan dan ini (pelaku) satu jaringan atau tidak, termasuk menelusuri TPPU (tindak pidana pencucian uang)."
Sebagai contoh, sambung Buwas, beberapa waktu lalu otoritas Tiongkok mengabarkan 250 ton sabu dan 1.097,6 ton prekursor disuplai ke Indonesia. Barang laknat yang merupakan produk asal negeri Tirai Bambu itu masuk pada 2016 dan diduga telah diedarkan.
"Jumlah besar sabu yang masuk ke Indonesia secara data faktual tidak ada yang keluar lagi dari Indonesia atau habis terpakai. Artinya, kita harus memahami masalah narkotika ini yang paling serius di Indonesia.
Khusus sabu, imbuh dia, Tiongkok menempati urutan teratas sebagai pemasok. Sementara narkoba jenis lain, seperti pil ekstasi, heroin, kokain, sebagian besar berasal dari 11 negara yang berada di kawasan Eropa, Afrika, dan Asia.
"Kita sulit menghambat karena kondisinya geografis Indonesia yang sulit diawasi, apalagi hingga masuk ke pelabuhan tikus. Narkoba itu masuk melalui 2 negara yang dijadikan tempat transit, yakni Malaysia dan Singapura," katanya.
Melihat fenomena tersebut, sambung Buwas, BNN berharap adanya kepedulian dan kerja keras dari semua kementerian dan lembaga, termasuk peran serta seluruh elemen masyarakat. Persoalan narkoba tidak bisa diselesaikan dengan mengandalkan BNN, kepolisian, serta pihak bea dan cukai.
"Apalagi Presiden Joko Widodo telah berulang kali menyatakan perang terhadap narkoba. Narkoba adalah penghancur generasi bangsa yang masif, dan marilah kita menjaga negeri ini dari kehancuran," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved