Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tengah menggalakan kegiatan promotif preventif akan pentingnya hidup sehat yang menyasar anak sekolah agar terhindar dari penyakit. Kegiatan yang dilakukan diantaranya senam bersama, pemeriksaan kesehatan telinga, gigi dan mulut, imbauan cuci tangan pakai sabun.
"Promosi akan pentingnya pola hidup sehat lebih mudah melalui anak-anak," ujar Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Primer Fachrurrazi.
Dia menyampaikan kegiatan akan dilaksanakan di 13 sekolah di Indonesia sebagai rangkaian perayaan HUT ke-49 BPJS Kesehatan. Dengan meningkatkan kesadaran generasi muda untuk berperilaku sehat sehari-hari diharapkan ke depan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dapat menurun.
Sehingga pembiayaan kesehatan dapat diarahkan ke program promotif preventif. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan dapat berperan dalam mengawal keberlangsungan program JKN-KIS.
"Diharapkan anak-anak dapat menjadi agen perubahan. Misalnya mengenai perilaku tidak merokok. Menyampaikannya harus melalui anak-anak apalagi konsumsi perokok pada anak-anak semakin meningkat dan harus dicegah," tegasnya.
Selain promosi kesehatan, Fachrurrazi mengatakan, kegiatan tersebut juga merupakan upaya BPJS Kesehatan memperluas cakupan kepesertaan. Sebab sekolah-sekolah yang disasar berada di wilayah yang kepesertaan JKN-KIS masih kurang.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Irfan Humaidi menyampaikan bulan Juli dijadikan bulan deteksi dini kanker. Pelaksanaan kegiatan deteksi dini serviks berupa pemeriksaan melalui IVA-Papsmear secara gratis pada peserta JKN-KIS.
Irfan juga menyampaikan BPJS Kesehatan baru saja meluncurkan aplikasi untuk memudahkan pada peserta JKN-KIS bernama Mobile JKN yang dapat diunduh di android dan ios. Terdapat fitur-fitur yang dapat digunakan peserta diantaranya mengubah data kepesertaan, melihat tagihan, pengaduan keluhan dan informasi lainnya.
"Jika ingin pindah fasilitas kesehatan tingkat pertama karena pindah rumah bisa secara online melalui aplikasi tersebut. Tetapi tetap ada prosedurnya, syaratnya sudah terdaftar atau aktif menjadi peserta minimal tiga bulan atau tiga bulan dari pergantian faskes sebelumnya," tutur Irfan.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved